home global news

Presiden Prabowo Dilantik, Janji Tegakkan Kedaulatan dan Berantas Korupsi

Ahad, 20 Oktober 2024 - 21:51 WIB
Presiden Prabowo Dilantik, Janji Tegakkan Kedaulatan dan Berantas Korupsi
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Pada Minggu, 20 Oktober 2024, Prabowo Subianto resmi dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia ke-8 untuk periode 2024-2029. Pelantikan yang berlangsung di hadapan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR-RI) di Jakarta ini juga menandai dimulainya masa jabatan Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden.

Dalam pidato perdananya, Presiden Prabowo menegaskan komitmennya untuk menjaga konstitusi, menegakkan hukum, dan memberantas korupsi. Ia juga menyoroti pentingnya kedaulatan pangan, penanganan kemiskinan, serta pengelolaan sumber daya alam yang bertanggung jawab. Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa untuk berani menghadapi berbagai masalah, tantangan, ancaman, kesulitan, dan gangguan yang dihadapi Indonesia.

Presiden baru ini juga mengingatkan seluruh pejabat negara dan para pemimpin untuk mengutamakan kepentingan rakyat di atas segalanya. Ia menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kebersamaan, serta menjadi teladan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Prabowo mengingatkan bahwa kunci segala hal berada pada para pemimpinnya, dan menghimbau agar tidak terjadi seperti pepatah 'ikan busuk dimulai dari kepala'.

Menanggapi pelantikan ini, berbagai pihak menyampaikan harapan dan dukungannya kepada pemerintahan baru. Salah satunya adalah Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir. Ia menyampaikan apresiasi yang tinggi atas pidato Presiden Prabowo di hadapan sidang MPR-RI. Haedar menilai pidato tersebut mengandung komitmen, pandangan, dan sikap tegas untuk menjaga konstitusi, penegakan hukum, pemberantasan korupsi, kedaulatan pangan, serta pengelolaan sumber daya alam yang bertanggung jawab.

"Kami mengharapkan pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran dapat mewujudkan kemajuan Indonesia sejalan 'Asta Cita' yang telah dicanangkan," ujar Haedar Nashir dalam keterangan resmi, Minggu (20/10/2024).

Delapan poin "Asta Cita" yang dimaksud mencakup penguatan ideologi Pancasila, kemandirian bangsa, peningkatan lapangan kerja, pengembangan sumber daya manusia, hilirisasi industri, pembangunan dari desa, reformasi politik dan hukum, serta penyelarasan kehidupan dengan lingkungan dan budaya.

Lebih lanjut, Haedar menekankan pentingnya menjaga kedaulatan Indonesia dalam pengelolaan sumber daya alam dan kerjasama internasional. Ia berharap agar seluruh penjuru tanah air dan rakyat Indonesia benar-benar dilindungi dari segala bentuk intervensi dan praktik neokolonialisme yang dapat merugikan masa depan Indonesia.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya