Tinggalkan Bisnis di Ibu Kota, Muslim Ini Putuskan Pulang Kampung Beternak Kambing
Mahmuda attar hussein
Selasa, 14 September 2021 - 15:00 WIB
Ilutrasi beternak kambing di pedesaan. Foto: Langit7/Istock
Sebagian orang menganggap Ibu kota Jakarta sebagai ladang uang karena dianggap mudah mendapatkan pekerjaan.Jika ditolak melamar kerja, membuka usaha bisa menjadi alternatif menjanjikan untuk bisa mendapatkan penghasilan.
Seperti yang dialami Bayu, muslim asal Yogyakarta yang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk berkerja di Jakarta. Bayu berprofesi sebagai pegawai di salah satu toko distro.
Menurutnya, saat itu perputaran uang untuk keluarga dirasanya cukup mudah didapatkan. Apalagi pakaian distro hingga saat ini masih menjadi idola bagi para anak muda.
Namun, berbeda dengan istrinya yang mengaku tidak betah karena satu dan lain hal. Bayu mengisahkan, saat itu sang istri mengajaknya untuk pulang ke kampung halaman di Yogyakarta dan hidup menetap di sana.
Awalnya, Bayu sempat menolak ajakan istrinya. Sebab, ia mulai merasakan mudahnya mengais rupiah di ibu kota ketimbang di kampung halamannya, Yogyakarta.
“Istri stres karena memang rutinitas harian kita di Jakarta kan padat. Itu sekitar tiga tahun kita berdebat. Akhirnya kita putuskan untuk pindah ke kampung halaman, dan waktu itu belum tau kegiatannya mau apa,” ujarnya dikanal Youtube CapCapung.
Baca juga:Bisnis Menjanjikan, Muslim Ini Raih Omzet Rp45 Juta per Panen dari Budi Daya Gurami
Seperti yang dialami Bayu, muslim asal Yogyakarta yang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk berkerja di Jakarta. Bayu berprofesi sebagai pegawai di salah satu toko distro.
Menurutnya, saat itu perputaran uang untuk keluarga dirasanya cukup mudah didapatkan. Apalagi pakaian distro hingga saat ini masih menjadi idola bagi para anak muda.
Namun, berbeda dengan istrinya yang mengaku tidak betah karena satu dan lain hal. Bayu mengisahkan, saat itu sang istri mengajaknya untuk pulang ke kampung halaman di Yogyakarta dan hidup menetap di sana.
Awalnya, Bayu sempat menolak ajakan istrinya. Sebab, ia mulai merasakan mudahnya mengais rupiah di ibu kota ketimbang di kampung halamannya, Yogyakarta.
“Istri stres karena memang rutinitas harian kita di Jakarta kan padat. Itu sekitar tiga tahun kita berdebat. Akhirnya kita putuskan untuk pindah ke kampung halaman, dan waktu itu belum tau kegiatannya mau apa,” ujarnya dikanal Youtube CapCapung.
Baca juga:Bisnis Menjanjikan, Muslim Ini Raih Omzet Rp45 Juta per Panen dari Budi Daya Gurami