Wisata Cepat Pulih jika Kekebalan Komunial Tercapai
Garry Talentedo Kesawa
Selasa, 14 September 2021 - 22:41 WIB
Cicalengka Dream (foto: instagram)
Kondisi pariwisata di Indonesia masih terpuruk meski pemerintah sudah mulai ujicoba pembukaan beberapa tempat wisata.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memprediksi sektor pariwisata baru bisa bangkit awal 2022. Itupun jika vaksinasi sudah selesai, sehingga kekebalan komunal (herd immunity) tercapai.
"Saya memprediksi awal 2022 pariwisata akan normal lagi karena vaksin ditargetkan selesai. Pandemi mudah-mudahan cepat selesai sehingga kita betul-betul bisa 'move on' dari pandemi ke endemi tinggal kami menata," kata Ridwan Kamil dalam acara Webinar 83 Tahun Sinarmas bertajuk Indonesia Sehat Ekonomi Bangkit, di Bandung, Selasa (14/9).
Gubernur Jawa Barat ini mengatakan dalam situasi adaptasi kebiasaan baru endemi Covid-19 tetap akan ada pembatasan pengunjung di destinasi wisata.
Baca juga:Seni dan Budaya Indonesia Tampil di Pasar Senggol Jerman
"Artinya pergerakan tetap ada, tetapi dibatasi. Termasuk di tempat wisata, pengunjung tetap ada meski hanya 25, 50 atau 75%," terangnya.
Ridwan Kamil tidak bisa memprediksi kapan Covid-19 selesai. "Sebelum presiden memproklamirkan masker boleh dibuka, mari kita beradaptasi," imbuhnya.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memprediksi sektor pariwisata baru bisa bangkit awal 2022. Itupun jika vaksinasi sudah selesai, sehingga kekebalan komunal (herd immunity) tercapai.
"Saya memprediksi awal 2022 pariwisata akan normal lagi karena vaksin ditargetkan selesai. Pandemi mudah-mudahan cepat selesai sehingga kita betul-betul bisa 'move on' dari pandemi ke endemi tinggal kami menata," kata Ridwan Kamil dalam acara Webinar 83 Tahun Sinarmas bertajuk Indonesia Sehat Ekonomi Bangkit, di Bandung, Selasa (14/9).
Gubernur Jawa Barat ini mengatakan dalam situasi adaptasi kebiasaan baru endemi Covid-19 tetap akan ada pembatasan pengunjung di destinasi wisata.
Baca juga:Seni dan Budaya Indonesia Tampil di Pasar Senggol Jerman
"Artinya pergerakan tetap ada, tetapi dibatasi. Termasuk di tempat wisata, pengunjung tetap ada meski hanya 25, 50 atau 75%," terangnya.
Ridwan Kamil tidak bisa memprediksi kapan Covid-19 selesai. "Sebelum presiden memproklamirkan masker boleh dibuka, mari kita beradaptasi," imbuhnya.