Fakta Mengejutkan Renault Avantime, Mobil Mewah yang Nyaris Masuk Amerika
Nabil
Jum'at, 01 November 2024 - 23:10 WIB
Fakta Mengejutkan Renault Avantime, Mobil Mewah yang Nyaris Masuk Amerika
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Renault telah meninggalkan pasar Amerika Serikat sejak 1987, dan baru akan kembali secara tidak langsung melalui sub-brand Alpine dalam beberapa tahun ke depan. Namun, comeback ini sebenarnya hampir terjadi di awal tahun 2000-an. Inilah kisah Avantime (dalam bahasa Prancis berarti "mendahului zamannya"), sebuah mobil mewah dengan desain unik yang hampir memasuki pasar Amerika melalui aliansi baru antara Renault dan Nissan saat itu.
Tak lama setelah kedua perusahaan bergabung pada 1999, muncul pembicaraan untuk membawa Renault mewah berdesain radikal ini ke Amerika Utara. Rencananya, logo berlian Renault akan diganti dengan badge Infiniti untuk penjualan di sana. Seperti di Eropa, Avantime diharapkan bisa menarik pembeli Amerika yang menginginkan sesuatu yang berbeda dari sedan eksekutif Jerman pada umumnya.
Sayangnya rencana ini tidak terwujud. Tim akuntan Renault dan Nissan melakukan perhitungan dan hasilnya tidak menguntungkan bagi Avantime. Di awal tahun 2000, diputuskan untuk tidak membawa "coupe one-box" ini ke AS karena biayanya yang sangat tinggi. Menurut laporan Automotive News April 2000, anggota Komite Aliansi Global Renault-Nissan menyebutkan versi berlogo Infiniti akan membutuhkan biaya $83,7 juta untuk menyesuaikan dengan regulasi AS. Avantime rencananya akan menggunakan mesin V-6 Nissan dan transmisi otomatis berbeda dari versi 5-percepatan model Eropa.
Patrick Bessy, juru bicara Renault saat itu, mengatakan upaya tersebut tidak akan sebanding mengingat proyeksi penjualan yang rendah. Estimasi perusahaan memperkirakan versi Infiniti hanya akan terjual beberapa ribu unit per tahun. Dengan Amerika yang makin didominasi kendaraan SUV, membawa Avantime ke sana mungkin tidak akan berdampak signifikan. Terbukti, mobil grand tourer khas Prancis ini juga gagal total dalam penjualan di Eropa.
Apa yang membuat Avantime begitu istimewa? Cukup lihat desainnya. Meski berbasis minivan Espace, Renault membuatnya kurang praktis dengan menghilangkan pintu belakang dan pilar-B demi gaya. Dua pintu besar dengan engsel ganda masing-masing beratnya mencapai 56 kg, jadi membukanya saat parkir di tanjakan pasti sangat menantang. Konon peluncurannya sempat tertunda karena tim insinyur kesulitan merancang sistem penyegelan yang efisien untuk jendela tanpa bingkai.
Meski menggunakan sekitar setengah komponen Espace, mobil ini terasa jauh lebih istimewa dibanding MPV keluarga biasa. Didesain oleh Patrick le Quément, Avantime bercita-cita menjadi minivan bergaya coupe dengan nuansa hampir seperti kabriolet. Di samping spion terdapat tombol untuk menurunkan semua jendela dan membuka sunroof besar. Orang Prancis menyebutnya mode "Grand Air".
Mengenai penyebab kegagalannya, ada beberapa alasan. Banyak yang berpendapat desain Avantime bukan kelebihannya. Meski berakar dari minivan, kursi belakangnya sempit dan nyaris tidak ada ruang untuk penumpang di tengah. Kenyamanan kursi belakang seharusnya menjadi keunggulan, mengingat statusnya sebagai mobil premium dan warisan Espace, tapi kenyataannya tidak demikian.
Tak lama setelah kedua perusahaan bergabung pada 1999, muncul pembicaraan untuk membawa Renault mewah berdesain radikal ini ke Amerika Utara. Rencananya, logo berlian Renault akan diganti dengan badge Infiniti untuk penjualan di sana. Seperti di Eropa, Avantime diharapkan bisa menarik pembeli Amerika yang menginginkan sesuatu yang berbeda dari sedan eksekutif Jerman pada umumnya.
Sayangnya rencana ini tidak terwujud. Tim akuntan Renault dan Nissan melakukan perhitungan dan hasilnya tidak menguntungkan bagi Avantime. Di awal tahun 2000, diputuskan untuk tidak membawa "coupe one-box" ini ke AS karena biayanya yang sangat tinggi. Menurut laporan Automotive News April 2000, anggota Komite Aliansi Global Renault-Nissan menyebutkan versi berlogo Infiniti akan membutuhkan biaya $83,7 juta untuk menyesuaikan dengan regulasi AS. Avantime rencananya akan menggunakan mesin V-6 Nissan dan transmisi otomatis berbeda dari versi 5-percepatan model Eropa.
Patrick Bessy, juru bicara Renault saat itu, mengatakan upaya tersebut tidak akan sebanding mengingat proyeksi penjualan yang rendah. Estimasi perusahaan memperkirakan versi Infiniti hanya akan terjual beberapa ribu unit per tahun. Dengan Amerika yang makin didominasi kendaraan SUV, membawa Avantime ke sana mungkin tidak akan berdampak signifikan. Terbukti, mobil grand tourer khas Prancis ini juga gagal total dalam penjualan di Eropa.
Apa yang membuat Avantime begitu istimewa? Cukup lihat desainnya. Meski berbasis minivan Espace, Renault membuatnya kurang praktis dengan menghilangkan pintu belakang dan pilar-B demi gaya. Dua pintu besar dengan engsel ganda masing-masing beratnya mencapai 56 kg, jadi membukanya saat parkir di tanjakan pasti sangat menantang. Konon peluncurannya sempat tertunda karena tim insinyur kesulitan merancang sistem penyegelan yang efisien untuk jendela tanpa bingkai.
Meski menggunakan sekitar setengah komponen Espace, mobil ini terasa jauh lebih istimewa dibanding MPV keluarga biasa. Didesain oleh Patrick le Quément, Avantime bercita-cita menjadi minivan bergaya coupe dengan nuansa hampir seperti kabriolet. Di samping spion terdapat tombol untuk menurunkan semua jendela dan membuka sunroof besar. Orang Prancis menyebutnya mode "Grand Air".
Mengenai penyebab kegagalannya, ada beberapa alasan. Banyak yang berpendapat desain Avantime bukan kelebihannya. Meski berakar dari minivan, kursi belakangnya sempit dan nyaris tidak ada ruang untuk penumpang di tengah. Kenyamanan kursi belakang seharusnya menjadi keunggulan, mengingat statusnya sebagai mobil premium dan warisan Espace, tapi kenyataannya tidak demikian.