Mengenal Nabil Satria, Santri yang Mendalami Teknologi Kuantum hingga ke Inggris
Tim langit 7
Ahad, 03 November 2024 - 08:00 WIB
Muhammad Nabil Satria Faradis atau saat ini dia tengah mendalami teknologi kuantum di Universitas Cambridge, Inggris.
Muhammad Nabil Satria Faradis atau Nabil adalah santri kelahiran Lumajang dan dibesarkan di Malang. Saat ini dia tengah mendalami teknologi kuantum di Universitas Cambridge, Inggris.
Kisahnya menginspirasi banyak orang. Perjalanan Nabil sekaligus menunjukkan bahwa santri pun mampu bersaing di kancah global.
Dari Jatim ke Jerman, Australia, dan Inggris Nabil meniti pendidikan di madrasah sejak kecil, dimulai dari Bustanul Athfal (TK) hingga Tsanawiyah di Malang.
Berkat prestasi akademiknya, ia meraih beasiswa penuh Kementerian Agama (Kemenag) untuk melanjutkan pendidikan ke Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Serpong.
Selama Aliyah, Nabil meraih medali perak dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) dan terpilih mengikuti program pelatihan nasional (pelatnas) untuk olimpiade internasional.
Baca juga:Kisah KH Miftachul Akhyar Jadi Ulama Besar, Pernah Didiamkan Abah karena Berhenti Mondok
Kemudian Nabil melanjutkan studi S1 Teknik Mesin di Universitas Gadjah Mada (UGM). Selama berkuliah, ia menjadi santri di salah satu pesantren mahasiswa di Yogyakarta.
Kisahnya menginspirasi banyak orang. Perjalanan Nabil sekaligus menunjukkan bahwa santri pun mampu bersaing di kancah global.
Dari Jatim ke Jerman, Australia, dan Inggris Nabil meniti pendidikan di madrasah sejak kecil, dimulai dari Bustanul Athfal (TK) hingga Tsanawiyah di Malang.
Berkat prestasi akademiknya, ia meraih beasiswa penuh Kementerian Agama (Kemenag) untuk melanjutkan pendidikan ke Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Serpong.
Selama Aliyah, Nabil meraih medali perak dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) dan terpilih mengikuti program pelatihan nasional (pelatnas) untuk olimpiade internasional.
Baca juga:Kisah KH Miftachul Akhyar Jadi Ulama Besar, Pernah Didiamkan Abah karena Berhenti Mondok
Kemudian Nabil melanjutkan studi S1 Teknik Mesin di Universitas Gadjah Mada (UGM). Selama berkuliah, ia menjadi santri di salah satu pesantren mahasiswa di Yogyakarta.