home global news

Kamp Pengungsi Palestina di Tepi Barat Terancam Kehilangan Bantuan UNRWA, Nasib 13.000 Warga di Ujung Tanduk

Senin, 04 November 2024 - 07:20 WIB
Kamp Pengungsi Palestina di Tepi Barat Terancam Kehilangan Bantuan UNRWA, Nasib 13.000 Warga di Ujung Tanduk
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Warga kamp pengungsi Nour Shams di Tepi Barat yang diduduki Israel kini dilanda kekhawatiran tentang masa depan mereka. Hal ini terjadi setelah serangan Israel merusak kantor Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) di wilayah tersebut.

Sebanyak 13.000 penduduk kamp yang berlokasi dekat kota Tulkarem di bagian utara sangat bergantung pada bantuan UNRWA. Badan PBB ini mengelola dua sekolah, klinik kesehatan, dan layanan kebersihan di Nour Shams.

Para pengungsi hanya bisa terpaku menyaksikan pekerja membersihkan puing-puing di sekitar kantor yang nyaris hancur total akibat operasi "anti-teror" pada hari Kamis.

Baca juga: Untuk informasi terbaru mengenai konflik di timur tengah, kunjungi halaman ini.

"Bagi kami, hanya ada UNRWA atau tidak sama sekali," ungkap Shafiq Ahmad Jad, pemilik toko ponsel di kamp tersebut kepada media.

"Bagi para pengungsi, UNRWA seperti ibu mereka sendiri," kata Hanadi Jabr Abu Taqa, pejabat UNRWA yang bertanggung jawab untuk wilayah Tepi Barat bagian utara. "Bayangkan jika mereka kehilangan ibu mereka."

Kepala UNRWA Philippe Lazzarini menyatakan bahwa pasukan Israel telah "merusak parah" kantor tersebut. Namun, pihak militer dengan tegas membantah tuduhan ini, menyebutkan kerusakan "kemungkinan besar" disebabkan oleh bahan peledak yang dipasang "teroris."
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya