Dampak Menunda Sarapan, Salah Satunya Memperpanjang Usia
Fajar adhitya
Senin, 04 November 2024 - 19:10 WIB
Freepik.com
LANGIT7.ID-Jakarta; Banyak pakar berpendapat bahwa sarapan adalah makanan terpenting karena bisa memberikan energi sepanjang hari sekaligus membantu pengaturan fungsi tubuh. Namun ada yang mengatakan bahwa memundurkan jam sarapan juga sangat bagus untuk tubuh, lantas mana yang benar?
Seorang kreator digital dari India Dr.Steven Gundry, melansir dari TheIndianExpress, Senin (4/11) mengatakan memundurkan jam sarapan menjadi pukul 10.00-11.00 bisa bermanfaat bagi kesehatan, yaitu meningkatkan fleksibilitas metabolisme dan bahkan memperpanjang usia.
"Kebanyakan orang mulai melakukan rehidrasi beberapa jam setelah bangun tidur, dengan jam 8-10 pagi sebagai waktu yang optimal ketika tubuh kebanyakan orang tampaknya merespons secara efektif dalam meningkatkan energi," ujarnya.
Menanggapi pernyataan tersebut, konsultan ahli diet di Rumah Sakit Kokilaben Dhirubhai Ambani, Pratiksha Kadam, menjelaskan bahwa menunda sarapan sebagai bagian dari puasa intermiten dapat memberikan manfaat kesehatan yang spesifik.
Menunda sarapan hingga sekitar pukul 10.00-11.00 dapat meningkatkan pembakaran lemak dan meningkatkan sensitivitas insulin dengan memperpanjang periode puasa semalamsehingga tubuh dapat mengandalkan energi yang tersimpan.
Sependapat dengan hal itu, kepala ahli gizi di Rumah Sakit Fortis CG Road, Bengaluru, Rinki Kumari, mengatakan bahwa menunda sarapan selama satu hingga dua jam memiliki manfaat. Pola makan yang dibatasi waktu dapat meningkatkan autophagy, meningkatkan metabolisme, dan meningkatkan pembakaran lemak.
Dia juga mengatakan bahwa menunda makan dapat mengurangi asupan kalori secara keseluruhan dan meningkatkan kejernihan mental.
Seorang kreator digital dari India Dr.Steven Gundry, melansir dari TheIndianExpress, Senin (4/11) mengatakan memundurkan jam sarapan menjadi pukul 10.00-11.00 bisa bermanfaat bagi kesehatan, yaitu meningkatkan fleksibilitas metabolisme dan bahkan memperpanjang usia.
"Kebanyakan orang mulai melakukan rehidrasi beberapa jam setelah bangun tidur, dengan jam 8-10 pagi sebagai waktu yang optimal ketika tubuh kebanyakan orang tampaknya merespons secara efektif dalam meningkatkan energi," ujarnya.
Menanggapi pernyataan tersebut, konsultan ahli diet di Rumah Sakit Kokilaben Dhirubhai Ambani, Pratiksha Kadam, menjelaskan bahwa menunda sarapan sebagai bagian dari puasa intermiten dapat memberikan manfaat kesehatan yang spesifik.
Menunda sarapan hingga sekitar pukul 10.00-11.00 dapat meningkatkan pembakaran lemak dan meningkatkan sensitivitas insulin dengan memperpanjang periode puasa semalamsehingga tubuh dapat mengandalkan energi yang tersimpan.
Sependapat dengan hal itu, kepala ahli gizi di Rumah Sakit Fortis CG Road, Bengaluru, Rinki Kumari, mengatakan bahwa menunda sarapan selama satu hingga dua jam memiliki manfaat. Pola makan yang dibatasi waktu dapat meningkatkan autophagy, meningkatkan metabolisme, dan meningkatkan pembakaran lemak.
Dia juga mengatakan bahwa menunda makan dapat mengurangi asupan kalori secara keseluruhan dan meningkatkan kejernihan mental.