Palestina Optimis Lolos Piala Dunia 2026 di Tengah Konflik Gaza, Timnas Bertekad Ukir Sejarah
Nabil
Selasa, 05 November 2024 - 07:40 WIB
Palestina Optimis Lolos Piala Dunia 2026 di Tengah Konflik Gaza, Timnas Bertekad Ukir Sejarah
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Palestina masih menyimpan asa untuk lolos ke Piala Dunia FIFA pertama mereka, tekad ini muncul di tengah kehancuran akibat perang Israel di Gaza, ungkap Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina (PFA).
PFA menghadapi berbagai tantangan untuk meraih kesuksesan di lapangan, tantangan yang jarang dihadapi tim nasional lain, bahkan sebelum serangan militer Israel terbaru di Gaza yang dimulai pada 7 Oktober 2023 setelah serangan Hamas di perbatasan selatan Israel.
Namun, Pelatih Makram Daboub dan timnya berhasil mengalahkan ekspektasi dan masih memiliki peluang untuk membawa Palestina tampil di putaran final 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko.
"Pembatasan pergerakan kami dan kebijakan mencekik dari Israel telah melumpuhkan segalanya," kata Presiden PFA Jibril Rajoub dalam wawancara dengan media internasional.
"Kami menghentikan semua aktivitas, termasuk liga nasional, tapi kami bersikeras untuk terus berpartisipasi dalam kompetisi, termasuk kualifikasi Piala Dunia."
"Kami menghadapi masalah besar karena tidak bisa membawa atlet dari Gaza, dan puluhan dari mereka telah kehilangan nyawa. Di Gaza semua fasilitas olahraga hancur, termasuk sebagian besar klub, stadion dan semuanya rata dengan tanah."
"Di Tepi Barat, mereka mencekik kami, kami tidak bisa melakukan apa-apa. Tapi inilah tekad dan komitmen kami."
PFA menghadapi berbagai tantangan untuk meraih kesuksesan di lapangan, tantangan yang jarang dihadapi tim nasional lain, bahkan sebelum serangan militer Israel terbaru di Gaza yang dimulai pada 7 Oktober 2023 setelah serangan Hamas di perbatasan selatan Israel.
Namun, Pelatih Makram Daboub dan timnya berhasil mengalahkan ekspektasi dan masih memiliki peluang untuk membawa Palestina tampil di putaran final 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko.
"Pembatasan pergerakan kami dan kebijakan mencekik dari Israel telah melumpuhkan segalanya," kata Presiden PFA Jibril Rajoub dalam wawancara dengan media internasional.
"Kami menghentikan semua aktivitas, termasuk liga nasional, tapi kami bersikeras untuk terus berpartisipasi dalam kompetisi, termasuk kualifikasi Piala Dunia."
"Kami menghadapi masalah besar karena tidak bisa membawa atlet dari Gaza, dan puluhan dari mereka telah kehilangan nyawa. Di Gaza semua fasilitas olahraga hancur, termasuk sebagian besar klub, stadion dan semuanya rata dengan tanah."
"Di Tepi Barat, mereka mencekik kami, kami tidak bisa melakukan apa-apa. Tapi inilah tekad dan komitmen kami."