Wakaf Air Minum Bantu Kurangi Pengeluaran Mahasiswa IPB hingga Rp73 Ribu Per Bulan
Tim langit 7
Jum'at, 08 November 2024 - 16:00 WIB
Program wakaf air minum yang dikembangkan Unit Wakaf dan Dana Sosial IPB University berhasil menghemat pengeluaran mahasiswa hingga Rp73 ribu per bulan
Program wakaf air minum yang dikembangkan Unit Wakaf dan Dana Sosial IPB University berhasil menghemat pengeluaran mahasiswa hingga Rp73 ribu per bulan.
Drinking Water Station (DWS) menyediakan air minum gratis bagi mahasiswa. Hingga saat ini, sudah ada 23 unit DWS yang tersebar di 14 titik di Kampus IPB Dramaga dan IPB Gunung Gede.Kepala Unit Wakaf dan Dana Sosial IPB University, Alla Asmara menyebut, program ini merupakan bentuk wakaf produktif yang manfaatnya langsung dirasakan oleh komunitas kampus.
“Dengan adanya DWS, mahasiswa tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli air minum setiap hari, sehingga dapat membantu menghemat pengeluaran bulanan mereka,” kata Alla dalam acara Pelatihan Nazir Wakaf Produktif di Aula Kantor Kemenag Aceh Tengah.
Baca juga:BEI Dorong Santri dan Mahasiswa di Jawa Timur Jadi Investor Baru Pasar ModalSelain meringankan beban mahasiswa, program DWS juga mendukung pengurangan sampah plastik dan inisiatif Green Campus, serta berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Alla berharap, program ini bisa menginspirasi lembaga lain dalam mengembangkan wakaf produktif, terutama untuk membantu meringankan beban hidup di kalangan mahasiswa.“Wakaf seperti DWS ini bisa menjadi contoh di banyak tempat, terutama di lingkungan pendidikan yang membutuhkan dukungan untuk menekan biaya hidup mahasiswa,” tambahnya.Ke depan, Unit Wakaf dan Dana Sosial IPB University berkomitmen mengembangkan program wakaf produktif di bidang pertanian dan peternakan. Alla mengatakan, sektor ini memiliki potensi besar untuk memberi dampak ekonomi dan sosial yang berkelanjutan.“Kami melihat potensi besar dalam sektor pertanian dan peternakan untuk dikembangkan melalui wakaf produktif. Selain memberi manfaat langsung bagi masyarakat, program ini juga memperkuat ketahanan pangan dan menciptakan peluang ekonomi baru,” ujar Alla.
Baca juga:Muhammadiyah Dukung Pemberantasan Judi Online secara MenyeluruhKasubdit Bina Kelembagaan dan Kerja Sama Zakat dan Wakaf, Kementerian Agama, Muhibbudin menyampaikan dukungannya terhadap pengembangan inovatif di bidang perwakafan.
Menurutnya, pengelola program wakaf perlu berorientasi pada kebutuhan penerima manfaat agar dampaknya lebih optimal.
Drinking Water Station (DWS) menyediakan air minum gratis bagi mahasiswa. Hingga saat ini, sudah ada 23 unit DWS yang tersebar di 14 titik di Kampus IPB Dramaga dan IPB Gunung Gede.Kepala Unit Wakaf dan Dana Sosial IPB University, Alla Asmara menyebut, program ini merupakan bentuk wakaf produktif yang manfaatnya langsung dirasakan oleh komunitas kampus.
“Dengan adanya DWS, mahasiswa tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli air minum setiap hari, sehingga dapat membantu menghemat pengeluaran bulanan mereka,” kata Alla dalam acara Pelatihan Nazir Wakaf Produktif di Aula Kantor Kemenag Aceh Tengah.
Baca juga:BEI Dorong Santri dan Mahasiswa di Jawa Timur Jadi Investor Baru Pasar ModalSelain meringankan beban mahasiswa, program DWS juga mendukung pengurangan sampah plastik dan inisiatif Green Campus, serta berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Alla berharap, program ini bisa menginspirasi lembaga lain dalam mengembangkan wakaf produktif, terutama untuk membantu meringankan beban hidup di kalangan mahasiswa.“Wakaf seperti DWS ini bisa menjadi contoh di banyak tempat, terutama di lingkungan pendidikan yang membutuhkan dukungan untuk menekan biaya hidup mahasiswa,” tambahnya.Ke depan, Unit Wakaf dan Dana Sosial IPB University berkomitmen mengembangkan program wakaf produktif di bidang pertanian dan peternakan. Alla mengatakan, sektor ini memiliki potensi besar untuk memberi dampak ekonomi dan sosial yang berkelanjutan.“Kami melihat potensi besar dalam sektor pertanian dan peternakan untuk dikembangkan melalui wakaf produktif. Selain memberi manfaat langsung bagi masyarakat, program ini juga memperkuat ketahanan pangan dan menciptakan peluang ekonomi baru,” ujar Alla.
Baca juga:Muhammadiyah Dukung Pemberantasan Judi Online secara MenyeluruhKasubdit Bina Kelembagaan dan Kerja Sama Zakat dan Wakaf, Kementerian Agama, Muhibbudin menyampaikan dukungannya terhadap pengembangan inovatif di bidang perwakafan.
Menurutnya, pengelola program wakaf perlu berorientasi pada kebutuhan penerima manfaat agar dampaknya lebih optimal.