home global news

PBNU: Gelar Pahlawan Saja Tidak Cukup Bagi Pejuang NU

Senin, 11 November 2024 - 04:00 WIB
Rais Syuriah PBNU Prof KH Mohammad Nuh menegaskan bahwa gelar pahlawan saja tidak cukup bagi pejuang NU
Rais Syuriah PBNU Prof KH Mohammad Nuh menegaskan bahwa gelat pahlawan saja tidak cukup bagi pejuang NU, apalagi namanya dijadikan nama jalan di sebuah daerah, namun pahlawan justru menagih realisasi empat janji kemerdekaan dalam Pembukaan UUD 1945.

"Perhatian pemerintah kepada NU (ulama) itu justru wajar, karena 50 persen warga Indonesia adalah NU (50-58 persen)," katanya dalam Pidato Kemerdekaan PBNU dalam Mujahadah Pejuang NU di Gedung HBNO (Kantor PBNU pertama pada 1926), Surabaya.

Acara mujahadah itu dihadiri Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Wakil Rais Syuriah PWNU Jatim KHA Matin Djawahir, Ketua PWNU Jatim KH Abdul Hakim Mahfudz, Rais Syuriah PCNU Surabaya KH Dzulhilmi, Ketua PCNU KH Masduqi Thoha, dan belasan ribu pengurus NU se-Jatim.

Baca juga:NU Jatim: Resolusi Jihad Mendatang adalah Resolusi Jihad Data Digital

"Kemerdekaan RI memang tak lepas dari Resolusi Jihad NU di Kantor HBNO. Jadi, perhatian pemerintah kepada NU itu sesuai kontribusi NU kepada negeri ini, bahkan kalau tidak perhatian justru menyalahi fakta," katanya dalam acara yang berlangsung hingga larut malam itu.

Namun, perhatian itu bukan sekadar gelar pahlawan, nama jalan, dan lainnya, karena gelar atau nama jalan saja itu tidak cukup, melainkan para pejuang justru berharap pengorbanan mereka dihargai dengan realisasi empat janji kemerdekaan dalam Pembukaan UUD 1945.

"Kepahlawanan atau pengorbanan pahlawan itu ibarat, ruh, modal, atau investasi dari kemerdekaan, namun realisasi empat janji kemerdekaan dalam Pembukaan UUD 1945 itu justru lebih penting untuk kemajuan bangsa dan negara ini," katanya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya