KOLOM PAKAR: Sumpah Pemuda, Membangkitkan Patriotisme Lewat Pembelajaran BHS Indonesia di Sekolah
Tim langit 7
Senin, 11 November 2024 - 19:02 WIB
KOLOM PAKAR: Sumpah Pemuda, Membangkitkan Patriotisme Lewat Pembelajaran BHS Indonesia di Sekolah
Dr. Cecep Wahyu Hoerudin, M.Pd.
LANGIT7.ID-Sumpah Pemuda merupakan energi jati diri dan patriotisme para pemuda yang mengintegrasikan semua elemen bangsa dan negara. Salah satu dari sumpahnya adalah "Berbahasa satu bahasa Indonesia." Sumpah itu seharusnya meningkatkan beragam metode dan pendekatan dalam pembelajaran bahasa Indonesia, dikarenakan bahasa adalah alat komunikasi yang menjadi jembatan utama mempelajari dan mengetahui semua kebudayaan di Indonesia. Mongin-Ferdinand de Saussure. Saussure mengatakan bahwa language is a social institutions bahasa merupakan fakta sosial. Bahasa Indonesia harus meningkatkan wawasan kemanusiaan.
Proses belajar bahasa adalah proses pembentukan kaidah (role formation process), bukan proses pembentukan kebiasaan (habit formation process). Pengajaran bahasa Indonesia perlu dikembangkan pada diri pembelajar sehingga mereka mampu rnenggunakan bahasa Indonesia secara gramatikal. Menurut Rachmadi, jalan atau arah yang ditempuh oleh guru atau siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran dilihat dari segi materi disajikan dan cara siswa memperoleh, mengorganisasikan dan mengkomunikasikan hasil belajarnya dengan pendekatan keterampilan proses (process skill).
Dengan pendekatan komunikatif mengarahkan pengajaran bahasa Indonesia pada tujuan pengajaran yang mementingkan fungsi bahasa sebagai alat komunikasi. Pendekatan komunikatif memfokuskan pada keterampilan siswa mengimplementasikan fungsi bahasa (untuk berkomunikasi) dalam pembelajaran. Pembelajaran bahasa harus dilakukan secara utuh. Para siswa dituntut untuk terampil berbahasa, yaitu terampil menyimak, membaca, berbicara, dan menulis. Keterampilan berbahasa tersebut harus dilakukan secara terpadu dalam satu proses pembelajaran dengan fokus pada satu keterampilan.
Beberapa Pendekatan Pembelajaran Bahasa Indonesia
Terdapat beberapa dalam pembelajaran bahasa Indonesia, yakni (1) Pendekatan struktural, salah satu pendekatan dalam pembelajaran bahasa, yang dilandasi oleh asumsi yang menganggap bahasa sebagai seperangkat kaidah. Atas dasar anggapan tersebut timbul pemikiran bahwa pembelajaran bahasa harus diutamakan penguasaan kaidah-kaidah bahasa atau tata bahasa. Dalam hal ini pengetahuan tentang pola-pola kalimat, pola kata, dan suku kata menjadi sangat penting, jelas, bahwa aspek kognitif bahasa diutamakan; (2) Pendekatan kontekstual (Contextual Teaching and Learning/CTL) merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Pendekatan ini mempunyai konsep, guru menggunakan objek di sekitar siswa sebagai media pembelajaran di kelas.
Adapun jenis pendekatan pembelajaran bahasa Indonesia dapat diterapkan dengan beberapa jenis, yaitu: (1) Pendekatan komunikatif mengarahkan pengajaran bahasa pada tujuan pengajaran yang mementingkan fungsi bahasa sebagai alat komunikasi. Pendekatan komunikatif memokuskan pada keterampilan siswa mengimplementasikan fungsi bahasa (untuk berkomunikasi) dalam pembelajaran; (2) Pendekatan Integratif, mengintegrasikan pembelajaran komunikasi dengan menulis secara proporsional. Pembelajaran bahasa harus dilakukan secara utuh. Para siswa dituntut untuk terampil berbahasa, yaitu terampil menyimak, membaca, berbicara, dan menulis. Keempat keterampilan berbahasa tersebut harus dilakukan secara terpadu dalam satu proses pembelajaran dengan fokus satu keterampilan.
LANGIT7.ID-Sumpah Pemuda merupakan energi jati diri dan patriotisme para pemuda yang mengintegrasikan semua elemen bangsa dan negara. Salah satu dari sumpahnya adalah "Berbahasa satu bahasa Indonesia." Sumpah itu seharusnya meningkatkan beragam metode dan pendekatan dalam pembelajaran bahasa Indonesia, dikarenakan bahasa adalah alat komunikasi yang menjadi jembatan utama mempelajari dan mengetahui semua kebudayaan di Indonesia. Mongin-Ferdinand de Saussure. Saussure mengatakan bahwa language is a social institutions bahasa merupakan fakta sosial. Bahasa Indonesia harus meningkatkan wawasan kemanusiaan.
Proses belajar bahasa adalah proses pembentukan kaidah (role formation process), bukan proses pembentukan kebiasaan (habit formation process). Pengajaran bahasa Indonesia perlu dikembangkan pada diri pembelajar sehingga mereka mampu rnenggunakan bahasa Indonesia secara gramatikal. Menurut Rachmadi, jalan atau arah yang ditempuh oleh guru atau siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran dilihat dari segi materi disajikan dan cara siswa memperoleh, mengorganisasikan dan mengkomunikasikan hasil belajarnya dengan pendekatan keterampilan proses (process skill).
Dengan pendekatan komunikatif mengarahkan pengajaran bahasa Indonesia pada tujuan pengajaran yang mementingkan fungsi bahasa sebagai alat komunikasi. Pendekatan komunikatif memfokuskan pada keterampilan siswa mengimplementasikan fungsi bahasa (untuk berkomunikasi) dalam pembelajaran. Pembelajaran bahasa harus dilakukan secara utuh. Para siswa dituntut untuk terampil berbahasa, yaitu terampil menyimak, membaca, berbicara, dan menulis. Keterampilan berbahasa tersebut harus dilakukan secara terpadu dalam satu proses pembelajaran dengan fokus pada satu keterampilan.
Beberapa Pendekatan Pembelajaran Bahasa Indonesia
Terdapat beberapa dalam pembelajaran bahasa Indonesia, yakni (1) Pendekatan struktural, salah satu pendekatan dalam pembelajaran bahasa, yang dilandasi oleh asumsi yang menganggap bahasa sebagai seperangkat kaidah. Atas dasar anggapan tersebut timbul pemikiran bahwa pembelajaran bahasa harus diutamakan penguasaan kaidah-kaidah bahasa atau tata bahasa. Dalam hal ini pengetahuan tentang pola-pola kalimat, pola kata, dan suku kata menjadi sangat penting, jelas, bahwa aspek kognitif bahasa diutamakan; (2) Pendekatan kontekstual (Contextual Teaching and Learning/CTL) merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Pendekatan ini mempunyai konsep, guru menggunakan objek di sekitar siswa sebagai media pembelajaran di kelas.
Adapun jenis pendekatan pembelajaran bahasa Indonesia dapat diterapkan dengan beberapa jenis, yaitu: (1) Pendekatan komunikatif mengarahkan pengajaran bahasa pada tujuan pengajaran yang mementingkan fungsi bahasa sebagai alat komunikasi. Pendekatan komunikatif memokuskan pada keterampilan siswa mengimplementasikan fungsi bahasa (untuk berkomunikasi) dalam pembelajaran; (2) Pendekatan Integratif, mengintegrasikan pembelajaran komunikasi dengan menulis secara proporsional. Pembelajaran bahasa harus dilakukan secara utuh. Para siswa dituntut untuk terampil berbahasa, yaitu terampil menyimak, membaca, berbicara, dan menulis. Keempat keterampilan berbahasa tersebut harus dilakukan secara terpadu dalam satu proses pembelajaran dengan fokus satu keterampilan.