Kolom Pakar: Penafsiran Para Ulama Tentang Perintah Menikah Bagi Pria/Wanita Yang Masih Lajang Dalam Surat AL-Nur Ayat 32
Tim langit 7
Selasa, 12 November 2024 - 13:05 WIB
Kolom Pakar: Penafsiran Para Ulama Tentang Perintah Menikah Bagi Pria/Wanita Yang Masih Lajang Dalam Surat AL-Nur Ayat 32
Muhammad Sopiyan, Kandidat Doktor Hukum Islam UIN Sunan Gunung Djati
LANGIT7.ID-Ibadah yang paling membahagiakan manusia adalah perkawinan, sebagai akad yang menghalalkan pergaulan suami dan isteri sesuai dengan syariat Islam. Tujuan perkawinan adalah membangun keluarga sebagai rumah tangga yang sakinah mawaddah warahmah, keluarga yang tentram dan penuh rasa cinta serta kasih sayang. Allah SWT. berfimtan di dalam al-Quran surat al-Rum ayat 21 sebagai berikut:
وَمِنْ اٰيٰتِهٖٓ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوْٓا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةً ۗاِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir (QS. Al-Rum [30]: 21).
Nikah adalah akad yang bertujuan untuk memperoleh manfaat perkawinan itu (‘aqd yaridd ‘alâ tamlîk manfa’at al-bidh’ qashdan). Dalam akad nikah terdapat proses perjanjian atau ikatan dua calon mempelai yang mengandung penghalalan wathî‘ (persetubuhan. Pengertian hakiki dari nikah adalah akadnya, sedangkan secara majaz menunjukkan makna wathî‘ (persetubuhan). Nikah merupakan perjanjian suci (mîtsâqan ghalîzhan) dari seorang perempuan kepada seorang laki-laki, Al-Qur‘an surat al-Nisa ayat 4 menegaskan:
LANGIT7.ID-Ibadah yang paling membahagiakan manusia adalah perkawinan, sebagai akad yang menghalalkan pergaulan suami dan isteri sesuai dengan syariat Islam. Tujuan perkawinan adalah membangun keluarga sebagai rumah tangga yang sakinah mawaddah warahmah, keluarga yang tentram dan penuh rasa cinta serta kasih sayang. Allah SWT. berfimtan di dalam al-Quran surat al-Rum ayat 21 sebagai berikut:
وَمِنْ اٰيٰتِهٖٓ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوْٓا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةً ۗاِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir (QS. Al-Rum [30]: 21).
Nikah adalah akad yang bertujuan untuk memperoleh manfaat perkawinan itu (‘aqd yaridd ‘alâ tamlîk manfa’at al-bidh’ qashdan). Dalam akad nikah terdapat proses perjanjian atau ikatan dua calon mempelai yang mengandung penghalalan wathî‘ (persetubuhan. Pengertian hakiki dari nikah adalah akadnya, sedangkan secara majaz menunjukkan makna wathî‘ (persetubuhan). Nikah merupakan perjanjian suci (mîtsâqan ghalîzhan) dari seorang perempuan kepada seorang laki-laki, Al-Qur‘an surat al-Nisa ayat 4 menegaskan: