Serangan Drone Hezbollah Gemparkan Tel Aviv, Target Markas Militer Israel
Nabil
Kamis, 14 November 2024 - 07:28 WIB
Serangan Drone Hezbollah Gemparkan Tel Aviv, Target Markas Militer Israel
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Kelompok militan Hezbollah mengumumkan telah melancarkan serangan drone yang menargetkan markas besar militer dan kementerian pertahanan Israel di kota Tel Aviv pada hari Rabu.
Dalam sebuah pernyataan resmi, kelompok militan Lebanon tersebut menyatakan telah melakukan "serangan udara dengan skuadron drone peledak" ke lokasi yang menampung institusi pertahanan utama Israel di pusat kota tersebut.
Baca juga: Israel Protes! Kasus Penangkapan Netanyahu Tuai Keraguan Netralitas Hakim ICC
Militer Israel melaporkan pada hari Rabu bahwa terjadi serangan roket besar-besaran yang ditembakkan dari Lebanon ke Israel. Setelah sirene peringatan berbunyi di beberapa wilayah di Israel tengah, sekitar lima proyektil teridentifikasi melintasi perbatasan dari Lebanon, demikian pernyataan militer.
Dalam dua pernyataan sebelumnya pada hari Rabu, militer mengklaim telah menangkis dua drone dan 40 proyektil yang diluncurkan dari Lebanon, dalam serangan yang tidak menimbulkan korban jiwa. Pernyataan tersebut tidak merinci lokasi mana yang menjadi target.
Baca juga: Pemimpin Sayap Kanan Belanda Geert Wilders Desak Deportasi Penyerang Suporter Israel, Ini Faktanya!
Hezbollah dan Israel telah berperang sejak akhir September, ketika militer Israel meningkatkan serangan udara ke Lebanon dan mengirim pasukan darat melintasi perbatasan. Hezbollah mulai melancarkan serangan intensitas rendah ke Israel pada 2023, sebagai bentuk solidaritas dengan sekutunya Hamas setelah serangan kelompok militan Palestina tersebut ke Israel pada 7 Oktober.
Dalam sebuah pernyataan resmi, kelompok militan Lebanon tersebut menyatakan telah melakukan "serangan udara dengan skuadron drone peledak" ke lokasi yang menampung institusi pertahanan utama Israel di pusat kota tersebut.
Baca juga: Israel Protes! Kasus Penangkapan Netanyahu Tuai Keraguan Netralitas Hakim ICC
Militer Israel melaporkan pada hari Rabu bahwa terjadi serangan roket besar-besaran yang ditembakkan dari Lebanon ke Israel. Setelah sirene peringatan berbunyi di beberapa wilayah di Israel tengah, sekitar lima proyektil teridentifikasi melintasi perbatasan dari Lebanon, demikian pernyataan militer.
Dalam dua pernyataan sebelumnya pada hari Rabu, militer mengklaim telah menangkis dua drone dan 40 proyektil yang diluncurkan dari Lebanon, dalam serangan yang tidak menimbulkan korban jiwa. Pernyataan tersebut tidak merinci lokasi mana yang menjadi target.
Baca juga: Pemimpin Sayap Kanan Belanda Geert Wilders Desak Deportasi Penyerang Suporter Israel, Ini Faktanya!
Hezbollah dan Israel telah berperang sejak akhir September, ketika militer Israel meningkatkan serangan udara ke Lebanon dan mengirim pasukan darat melintasi perbatasan. Hezbollah mulai melancarkan serangan intensitas rendah ke Israel pada 2023, sebagai bentuk solidaritas dengan sekutunya Hamas setelah serangan kelompok militan Palestina tersebut ke Israel pada 7 Oktober.