home edukasi & pesantren

Dukung Kemajuan Ekonomi Syariah di Indonesia, ITS dan BI Luncurkan TRACE

Jum'at, 15 November 2024 - 17:10 WIB
Tampilan antarmuka dari laman TRACE, karya tim peneliti ITS yang menyediakan informasi tentang kehalalan proses produksi sebelum sampai ke tangan konsumen
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melahirkan inovasi baru guna mendukung ekosistem halal di Indonesia. Baru-baru ini, ITS bekerja sama kembali dengan Bank Indonesia (BI) meluncurkan laman bernama Telusur dan Pantau Halal Indonesia (TRACE).

Laman ini merupakan sistem pengawas kehalalan bahan baku produk dari mulai peternakan hingga ke tangan konsumen melalui teknologi pindai QR Code.

Inovasi yang merupakan bagian dari penelitian halal di ITS ini berfokus pada pemantauan bahan baku yang memungkinkan transparansi di setiap rantai produksi makanan.

Ketua tim peneliti TRACE Prof Nur Aini Rakhmawati SKom MSc Eng PhD mengungkapkan bahwa hal tersebut akan memberikan kepercayaan lebih kepada konsumen terkait produk yang mereka beli. “Kami ingin memastikan kualitas dan kehalalan makanan di setiap gigitannya,” tuturnya.

Baca juga:Tafsir Surat Al-Furqan Ayat 67: Bijak Mengelola Keuangan Keluarga

Inovasi TRACE mengutamakan pengawasan pada bahan baku daging atau unggas dari suatu produk makanan. Menurut dosen yang kerap disapa Iin ini, daging dan unggas memiliki risiko tertinggi dalam hal kepatuhan halal terhadap kompleksitas proses penyembelihan dan penanganannya. “Selain itu, kami tidak melakukan penelusuran penuh untuk tetap menjaga kerahasiaan formula bisnis,” ungkapnya.

Melalui laman yang dapat diakses pada https://trace.halal.go.id/, Iin beserta timnya menyediakan informasi lengkap mengenai bahan baku daging di setiap rantai produksinya. Mulai dari tempat penyembelihan, rumah potong hewan (RPH), pelaku usaha pertama, kedua dan seterusnya hingga menjadi suatu produk makanan di pasaran.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya