Surplus USD 5,15 Miliar! Indonesia Perkuat Cengkeraman Dagang dengan Jepang Lewat IJEPA 2025
Tim langit 7
Sabtu, 16 November 2024 - 09:30 WIB
Surplus USD 5,15 Miliar! Indonesia Perkuat Cengkeraman Dagang dengan Jepang Lewat IJEPA 2025
LANGIT7.ID-, Lima- - Indonesia dan Jepang sepakat mendorong penyelesaian proses ratifikasi Protokol Perubahan Persetujuan Kemitraan Ekonomi Indonesia-Jepang (IJEPA) sehingga dapat diimplementasikan pada 2025. Protokol Perubahan IJEPA ditandatangani pada 8 Agustus 2024.
Hal tersebut mengemuka pada pertemuan bilateral antara Menteri Perdagangan RI Budi Santoso dengan Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri (METI) Jepang Yoji Muto. Pertemuan bilateral tersebut berlangsung pada Kamis, (14/11) di Lima, Peru, di sela APEC Economic Leaders’ Week (AELW) 2024. Dalam pertemuan tersebut Mendag Budi didampingi Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag, Djatmiko Bris Witjaksono.
Baca juga: Perdagangan RI-Korea Selatan Tembus USD 15 Miliar, Mendag: Saatnya Optimalkan IK-CEPA
“Pada pertemuan bilateral ini, kedua negara sepakat mendorong penyelesaian ratifikasi Protokol Perubahan IJEPA. Proses ratifikasi saat ini sudah berjalan di kedua negara dengan target implementasi pada 2025,” jelas Mendag Budi dalam keterangan resmi, Sabtu (16/11/2024).
Protokol Perubahan IJEPA merupakan amendemen serta peningkatan komitmen IJEPA yang telah diberlakukan sejak tahun 2008. Cakupan Protokol Perubahan IJEPA meliputi bab Perdagangan Barang, Perdagangan Jasa, Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (E-Commerce), Perpindahan Orang Perseorangan (Movement of Natural Persons/MNP), Kerja Sama, Kekayaan Intelektual, serta Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah.
Baca juga: Wamendag Roro Tekankan Pentingnya Kewirausahaan untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045
Indonesia selaku Ketua Negara Anggota ASEAN dan Jepang sebagai ketua dari pihak negara mitra ASEAN akan memimpin bersama Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP) pada 2025. “Indonesia berharap kerja sama dan kolaborasi yang baik dengan Jepang untuk keketuaan bersama RCEP pada 2025,” jelas Mendag Budi.
Hal tersebut mengemuka pada pertemuan bilateral antara Menteri Perdagangan RI Budi Santoso dengan Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri (METI) Jepang Yoji Muto. Pertemuan bilateral tersebut berlangsung pada Kamis, (14/11) di Lima, Peru, di sela APEC Economic Leaders’ Week (AELW) 2024. Dalam pertemuan tersebut Mendag Budi didampingi Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag, Djatmiko Bris Witjaksono.
Baca juga: Perdagangan RI-Korea Selatan Tembus USD 15 Miliar, Mendag: Saatnya Optimalkan IK-CEPA
“Pada pertemuan bilateral ini, kedua negara sepakat mendorong penyelesaian ratifikasi Protokol Perubahan IJEPA. Proses ratifikasi saat ini sudah berjalan di kedua negara dengan target implementasi pada 2025,” jelas Mendag Budi dalam keterangan resmi, Sabtu (16/11/2024).
Protokol Perubahan IJEPA merupakan amendemen serta peningkatan komitmen IJEPA yang telah diberlakukan sejak tahun 2008. Cakupan Protokol Perubahan IJEPA meliputi bab Perdagangan Barang, Perdagangan Jasa, Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (E-Commerce), Perpindahan Orang Perseorangan (Movement of Natural Persons/MNP), Kerja Sama, Kekayaan Intelektual, serta Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah.
Baca juga: Wamendag Roro Tekankan Pentingnya Kewirausahaan untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045
Indonesia selaku Ketua Negara Anggota ASEAN dan Jepang sebagai ketua dari pihak negara mitra ASEAN akan memimpin bersama Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP) pada 2025. “Indonesia berharap kerja sama dan kolaborasi yang baik dengan Jepang untuk keketuaan bersama RCEP pada 2025,” jelas Mendag Budi.