1,2 Juta Warga Khan Yunis Gaza Kehausan, Krisis Air dan BBM Memburuk
Nabil
Senin, 18 November 2024 - 07:46 WIB
1,2 Juta Warga Khan Yunis Gaza Kehausan, Krisis Air dan BBM Memburuk
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Pemerintah kota Khan Yunis, Gaza Selatan, pada Sabtu mengumumkan bahwa kelangkaan bahan bakar selama seminggu telah membuat lebih dari 1,2 juta warga Palestina dan pengungsi di wilayah tersebut kehilangan akses air bersih.
"Kelangkaan bahan bakar yang terus-menerus ini telah mengganggu layanan penting, termasuk operasional sumur air dan fasilitas desalinasi, menyebabkan lebih dari 1,2 juta warga dan pengungsi di Khan Yunis kehilangan akses air minum dan air yang layak pakai," ungkap pemerintah kota setempat.
Pemerintah kota juga memperingatkan kemungkinan penghentian layanan pengolahan air limbah. Mereka menekankan bahwa air limbah yang tidak diolah dapat mengakibatkan dampak serius, seperti banjir di jalanan yang akan meningkatkan risiko bencana lingkungan dan kesehatan, termasuk penyebaran penyakit dan wabah.
Baca juga: Akhir dari Rasa Empati, Benarkah Perang Gaza Membuat PBB Kehilangan Peran Pentingnya?
Terjemahan: "Pemerintah kota Khan Yunis di Gaza Selatan mengumumkan bahwa mereka kehabisan bahan bakar untuk menjalankan fasilitas air dan pengolahan limbah. Layanan dasar seperti sanitasi, pengumpulan sampah, dan transportasi tidak lagi beroperasi, yang akan mengakibatkan penyebaran bahaya kesehatan dan penyakit."
Pernyataan tersebut mendesak komunitas internasional dan organisasi hak asasi manusia untuk segera merespons krisis ini. Mereka juga meminta organisasi-organisasi tersebut untuk "segera turun tangan menghentikan serangan Israel ke Gaza yang telah menghancurkan semua aspek kehidupan."
"Kelangkaan bahan bakar yang terus-menerus ini telah mengganggu layanan penting, termasuk operasional sumur air dan fasilitas desalinasi, menyebabkan lebih dari 1,2 juta warga dan pengungsi di Khan Yunis kehilangan akses air minum dan air yang layak pakai," ungkap pemerintah kota setempat.
Pemerintah kota juga memperingatkan kemungkinan penghentian layanan pengolahan air limbah. Mereka menekankan bahwa air limbah yang tidak diolah dapat mengakibatkan dampak serius, seperti banjir di jalanan yang akan meningkatkan risiko bencana lingkungan dan kesehatan, termasuk penyebaran penyakit dan wabah.
Baca juga: Akhir dari Rasa Empati, Benarkah Perang Gaza Membuat PBB Kehilangan Peran Pentingnya?
Terjemahan: "Pemerintah kota Khan Yunis di Gaza Selatan mengumumkan bahwa mereka kehabisan bahan bakar untuk menjalankan fasilitas air dan pengolahan limbah. Layanan dasar seperti sanitasi, pengumpulan sampah, dan transportasi tidak lagi beroperasi, yang akan mengakibatkan penyebaran bahaya kesehatan dan penyakit."
Pernyataan tersebut mendesak komunitas internasional dan organisasi hak asasi manusia untuk segera merespons krisis ini. Mereka juga meminta organisasi-organisasi tersebut untuk "segera turun tangan menghentikan serangan Israel ke Gaza yang telah menghancurkan semua aspek kehidupan."