Memakai Kipas Angin saat Tidur Tak Sebabkan Pneumonia, Ini Penjelasannya
Fajar adhitya
Senin, 18 November 2024 - 19:30 WIB
Freepik.com
LANGIT7.ID-Jakarta; Mungkin Anda pernah mendengar larangan untuk tidak sering memakai kipas angin bahkan saat tidur karena bisa menyebabkan Pneumonia atau penyakit radang paru.
Pneumonia merupakan peradangan akut pada parenkim paru (alveoli) yang disebabkan oleh mikroorganisme patogen berupa bakteri, virus, jamur, dan parasit.
Terkait dengan penggunaan kipas angin, Wahyuni Indawati, Sp.A (K) selaku Dokter spesialis anak subspesialis respirologi menjelaskan bahwa penularan dapat terjadi hanya bila kipas angin diletakkan di dalam ruangan yang tertutup dan sempat disinggahi oleh orang yang membawa bakteri.
"Kipas angin bukan penyebab langsung dari penyakit pneumonia, tapi, bisa jadi media untuk memperluas transmisi penularannya," ujarnya.
Bakteri yang dibawa dapat menyebar di dalam ruangan melalui dropletatau cipratan air liur yang keluar dari mulut baik melalui bersin, batuk atau saat berbicara. Bila cipratan tersebut mengenai kipas angin, maka bakteri akan menempeldi permukaan benda dalam kurun waktu yang cukup lama
Pneumonia merupakan penyakit menular yang menyebabkan kasus kematian tertinggi pada anak di seluruh dunia. Dalam data UNICEF pada tahun 2019, disebutkan bahwa hampir 2.200 anak usia di bawah lima tahun meninggal akibat pneumonia setiap hari di seluruh dunia.
Sejauh ini pemberian vaksin konjugat pneumokokus (PCV) secara luas telah terbukti secara signifikan mengurangi beban penyakit pneumonia.(*)
Pneumonia merupakan peradangan akut pada parenkim paru (alveoli) yang disebabkan oleh mikroorganisme patogen berupa bakteri, virus, jamur, dan parasit.
Terkait dengan penggunaan kipas angin, Wahyuni Indawati, Sp.A (K) selaku Dokter spesialis anak subspesialis respirologi menjelaskan bahwa penularan dapat terjadi hanya bila kipas angin diletakkan di dalam ruangan yang tertutup dan sempat disinggahi oleh orang yang membawa bakteri.
"Kipas angin bukan penyebab langsung dari penyakit pneumonia, tapi, bisa jadi media untuk memperluas transmisi penularannya," ujarnya.
Bakteri yang dibawa dapat menyebar di dalam ruangan melalui dropletatau cipratan air liur yang keluar dari mulut baik melalui bersin, batuk atau saat berbicara. Bila cipratan tersebut mengenai kipas angin, maka bakteri akan menempeldi permukaan benda dalam kurun waktu yang cukup lama
Pneumonia merupakan penyakit menular yang menyebabkan kasus kematian tertinggi pada anak di seluruh dunia. Dalam data UNICEF pada tahun 2019, disebutkan bahwa hampir 2.200 anak usia di bawah lima tahun meninggal akibat pneumonia setiap hari di seluruh dunia.
Sejauh ini pemberian vaksin konjugat pneumokokus (PCV) secara luas telah terbukti secara signifikan mengurangi beban penyakit pneumonia.(*)
(lam)