home global news

Pertumbuhan Konsumsi Busana Muslim Rata-rata 3,2 Persen per Tahun

Rabu, 23 Juni 2021 - 17:25 WIB
Ilustrasi busana muslim. Foto: istimewa
Masyarakat Indonesia semakin menggemari mode busana muslim, baik produk lokal maupun rancangan desainer mancanegara. Jumlah konsumsi maupun ekspor fesyen muslim meningkat dari tahun ke tahun.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, pertumbuhan konsumsi busana muslim terus meningkat dengan angka pertumbuhan rata-rata 3.2 persen pertahun. Pada 2020, Indonesia berada di urutan kelima konsumen fesyen muslim dunia.

Saat ini, Indonesia tercatat sebagai eksportir terbesar kelima di negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), dengan proporsi 9,3 persen. Nilai ini jika dilihat secara global baru berkisar 3,8persen dari total pasar produk halal dunia, yang tentu saja masih sangat bisa ditingkatkan.

“Tidak hanya peluang pasar global yang diproyeksikan mencapai 1.84 miliar penduduk muslim di dunia pada tahun 2023, kebutuhan produk halal dalam negeri pun masih terbuka luas dengan populasi penduduk muslim 87,2 persen dari total penduduk Indonesia,” papar Menperin.

Peluang Indonesia untuk menjadi produsen dan eksportir produk halal terbesar di dunia semakin terbuka lebar dengan adanya Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia 2019-2024. Salah satu strateginya adalah penguatan rantai nilai halal dari berbagai industri termasuk fesyen.

Indonesia berpotensi menjadi pemain utama industri fesyen muslim dunia karena memiliki keanekaragaman produk, keberadaan komunitas fesyen muslim, serta asosiasi fesyen muslim yang tersebar di berbagai daerah.

Kementerian mencatat, industri fesyen memberikan kontribusi cukup besar terhadap perekonomian nasional. Industri pakaian sangat erat kaitannya dengan industri tekstil. Kontribusi industri tekstil dan pakaian jadi mampu menyumbang 6,76 persen terhadap industri pengolahan nonmigas pada tahun 2020.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
wirausaha syariah
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya