26 Tahun Srebrenica, Erdogan: Perdamaian di Bosnia dan Herzegovina Tugas Kita Bersama
Achmad syukron fadilah
Senin, 12 Juli 2021 - 06:00 WIB
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, dalam tayangan video, menyampaikan pidato pada upacara peringatan genosida di Sebrenica ke-26 pada Minggu, 11 Juli 2021. Foto: Kantor Presiden Turki - Anadolu Agency
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan turut memeringati 26 tahun genosida Srebrenica. Orang nomor satu Turki itu lantas menyuarakan kesedihan dan simpatinya kepada para korban.
Dalam pesan video pada upacara peringatan untuk menandai ulang tahun pembantaian di Bosnia, Recep Tayyip Erdogan mengatakan Turki akan terus mendukung Bosnia dan Herzegovina. Turki tidak akan pernah membiarkan genosida yang menjadi noktah hitam dalam sejarah Eropa dan kemanusiaan. Dia menegaskan, tidak akan melupakan tragedi kemanusiaan tersebut.
"Luka yang dibuka Srebrenica di hati kami masih berdarah meski 26 tahun telah berlalu," kata Erdogan dilansir dari Anadolu Agency.
Lebih dari 8.000 muslim Bosnia terbunuh ketika pasukan Serbia Bosnia menyerang Srebrenica pada Juli 1995. Tragedi tersebut terjadi meskipun ada pasukan penjaga perdamaian asal Belanda. Sebelumnya, Dewan Keamanan PBB menyatakan Srebrenica sebagai daerah aman pada musim semi 1993.
Namun, pasukan yang dipimpin Jenderal Mladic menyerbu zona PBB. Jenderal Mladic kemudian dinyatakan bersalah atas kejahatan perang. Bahkan, kejahatan terhadap kemanusiaan dan genosida.
Mengungkit tentang keputusan pengadilan penjahat perang, Erdogan menilai, hukuman apapun tidak dapat mengobati ataupun meringankan penderitaan atas tragedi di jantung Eropa tersebut. Namun demikian, kata dia, setidaknya pengadilan penjahat perang dapat mencegah genosida-genosida lainnya.
Erdogan menggarisbawahi pentingnya perdamaian di Bosnia dan Herzegovina. Pasalnya, perdamaian di wilayah yang memiliki kepercayaan, budaya, dan etnis yang berbeda tersebut semata-mata untuk menjaga stabilitas seluruh Eropa, khususnya wilayah Balkan.
Dalam pesan video pada upacara peringatan untuk menandai ulang tahun pembantaian di Bosnia, Recep Tayyip Erdogan mengatakan Turki akan terus mendukung Bosnia dan Herzegovina. Turki tidak akan pernah membiarkan genosida yang menjadi noktah hitam dalam sejarah Eropa dan kemanusiaan. Dia menegaskan, tidak akan melupakan tragedi kemanusiaan tersebut.
"Luka yang dibuka Srebrenica di hati kami masih berdarah meski 26 tahun telah berlalu," kata Erdogan dilansir dari Anadolu Agency.
Lebih dari 8.000 muslim Bosnia terbunuh ketika pasukan Serbia Bosnia menyerang Srebrenica pada Juli 1995. Tragedi tersebut terjadi meskipun ada pasukan penjaga perdamaian asal Belanda. Sebelumnya, Dewan Keamanan PBB menyatakan Srebrenica sebagai daerah aman pada musim semi 1993.
Namun, pasukan yang dipimpin Jenderal Mladic menyerbu zona PBB. Jenderal Mladic kemudian dinyatakan bersalah atas kejahatan perang. Bahkan, kejahatan terhadap kemanusiaan dan genosida.
Mengungkit tentang keputusan pengadilan penjahat perang, Erdogan menilai, hukuman apapun tidak dapat mengobati ataupun meringankan penderitaan atas tragedi di jantung Eropa tersebut. Namun demikian, kata dia, setidaknya pengadilan penjahat perang dapat mencegah genosida-genosida lainnya.
Erdogan menggarisbawahi pentingnya perdamaian di Bosnia dan Herzegovina. Pasalnya, perdamaian di wilayah yang memiliki kepercayaan, budaya, dan etnis yang berbeda tersebut semata-mata untuk menjaga stabilitas seluruh Eropa, khususnya wilayah Balkan.