Gus Kafa-Ning Sheila Bagikan Kiat Percaya Diri pada GenZI Masjid Al-Akbar
Tim langit 7
Senin, 02 Desember 2024 - 08:28 WIB
Gus Ahmad Kafa dari Pesantren Lirboyo, Kediri, dan Ning Sheila Hasina Zamzami (istriny) dari Pesantren Al-Baqarah, Lirboyo, Kediri
Gus Ahmad Kafa dari Pesantren Lirboyo, Kediri, dan Ning Sheila Hasina Zamzami (istriny) dari Pesantren Al-Baqarah, Lirboyo, Kediri, membagikan resep “Pede” (Percaya Diri) atau anti “insecure” (tidak percaya diri) kepada ratusan Generasi Z Islami (GenZI) di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS).
Dalam kajian rutin Majelis Subuh GenZI (MSG) bertajuk “GenZI, Percaya Diri – Kembangkan Potensi”, Gus Ahmad Kafa dan Ning Sheila mengapresiasi kajian bulanan MSG di MAS. “Ini (MSG) acara yang luar biasa, karena jarang anak muda yang semangat ngaji pada subuh, kalau jam 08.00-09.00 WIB masih biasa,” katanya, Minggu (1/12/2024).
Kepada ratusan GenZI yang aktif mengikuti MSG itu, Gus Ahmad Kafa membagikan pengalaman awalnya yang dulunya merupakan sosok introvert yang jika tampil justru tidak percaya diri, termasuk ketika diperintah membacakan peraturan di pondok sendiri kepada para santri.
Baca juga:Libatkan 50 Penata Rambut, 240 Jamaah Ikuti Potong Gratis di Masjid Al-Akbar Surabaya
“Dulu, saya grogi, bingung, dan blank kalau diminta bicara di depan orang banyak, saya termasuk tipe introvert, tapi saya akhirnya berani belajar pada kehidupan melalui orang tua dan guru. Saya berani bicara di depan santri karena takut dimarahi orang tua, kemudian guru juga sering melatih dan memotivasi saya,” katanya.
Jadi, katanya, resep “Pede” adalah latihan berbicara di depan orang banyak dan memotivasi diri melalui orang tua atau senior. “Saya dilatih guru membaca peraturan sekolah di depan kelas pada setiap hari bacakan peraturan di depan kelas, hal itu setahunan lebih,” katanya.
Pelatihan dari guru dan motivasi dari orang tua akhirnya membangun kepercayaan dirinya. “Saya mulai pede dengan berproses, saya yakin bahwa keluar dari zona nyaman tapi masa depan jelas itu lebih baik daripada berada di zona nyaman tapi masa depan justru tidak jelas,” katanya.
Dalam kajian rutin Majelis Subuh GenZI (MSG) bertajuk “GenZI, Percaya Diri – Kembangkan Potensi”, Gus Ahmad Kafa dan Ning Sheila mengapresiasi kajian bulanan MSG di MAS. “Ini (MSG) acara yang luar biasa, karena jarang anak muda yang semangat ngaji pada subuh, kalau jam 08.00-09.00 WIB masih biasa,” katanya, Minggu (1/12/2024).
Kepada ratusan GenZI yang aktif mengikuti MSG itu, Gus Ahmad Kafa membagikan pengalaman awalnya yang dulunya merupakan sosok introvert yang jika tampil justru tidak percaya diri, termasuk ketika diperintah membacakan peraturan di pondok sendiri kepada para santri.
Baca juga:Libatkan 50 Penata Rambut, 240 Jamaah Ikuti Potong Gratis di Masjid Al-Akbar Surabaya
“Dulu, saya grogi, bingung, dan blank kalau diminta bicara di depan orang banyak, saya termasuk tipe introvert, tapi saya akhirnya berani belajar pada kehidupan melalui orang tua dan guru. Saya berani bicara di depan santri karena takut dimarahi orang tua, kemudian guru juga sering melatih dan memotivasi saya,” katanya.
Jadi, katanya, resep “Pede” adalah latihan berbicara di depan orang banyak dan memotivasi diri melalui orang tua atau senior. “Saya dilatih guru membaca peraturan sekolah di depan kelas pada setiap hari bacakan peraturan di depan kelas, hal itu setahunan lebih,” katanya.
Pelatihan dari guru dan motivasi dari orang tua akhirnya membangun kepercayaan dirinya. “Saya mulai pede dengan berproses, saya yakin bahwa keluar dari zona nyaman tapi masa depan jelas itu lebih baik daripada berada di zona nyaman tapi masa depan justru tidak jelas,” katanya.