Waspada Risiko Komsumsi Gula Berlebihan, Bisa Memicu Peradangan Otak
Fajar adhitya
Selasa, 03 Desember 2024 - 19:10 WIB
(Foto: Istimewa)
LANGIT7.ID-Jakarta; Mengonsumsi makanan atau minuman manis, kadar gula darah akan melonjak dan tubuh memproduksi insulin guna membantu gula masuk ke sel-sel tubuh sebagai energi.
Namun, jika konsumsi gula terlalu sering dan berlebihan, tubuh bisa menjadi resisten terhadap insulin. Kondisi ini disebut insulin resistensi dan dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk gangguan pada fungsi otak.
Melansir dari Healthline berikut beberapa efek negatif gula pada otak:
1. Gangguan Kognitif
Konsumsi gula berlebih dapat secara signifikan mengganggu fungsi kognitif kita. Otak kita sangat bergantung pada glukosa sebagai sumber energi utama. Namun, lonjakan gula darah yang drastis dan terus-menerus akibat konsumsi gula berlebihan dapat mengganggu keseimbangan ini.
Akibatnya, kemampuan kita untuk berpikir jernih, mengingat informasi, dan berkonsentrasi bisa terganggu. Penelitian menunjukkan bahwa pola makan tinggi gula dikaitkan dengan penurunan volume otak, terutama di area yang terkait dengan memori dan pembelajaran. Selain itu, gula juga dapat merusak ujung-ujung saraf (neuron) yang berperan dalam transmisi sinyal di otak, sehingga memperlambat proses berpikir dan membuat kita merasa foggy.
2. Peradangan
Namun, jika konsumsi gula terlalu sering dan berlebihan, tubuh bisa menjadi resisten terhadap insulin. Kondisi ini disebut insulin resistensi dan dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk gangguan pada fungsi otak.
Melansir dari Healthline berikut beberapa efek negatif gula pada otak:
1. Gangguan Kognitif
Konsumsi gula berlebih dapat secara signifikan mengganggu fungsi kognitif kita. Otak kita sangat bergantung pada glukosa sebagai sumber energi utama. Namun, lonjakan gula darah yang drastis dan terus-menerus akibat konsumsi gula berlebihan dapat mengganggu keseimbangan ini.
Akibatnya, kemampuan kita untuk berpikir jernih, mengingat informasi, dan berkonsentrasi bisa terganggu. Penelitian menunjukkan bahwa pola makan tinggi gula dikaitkan dengan penurunan volume otak, terutama di area yang terkait dengan memori dan pembelajaran. Selain itu, gula juga dapat merusak ujung-ujung saraf (neuron) yang berperan dalam transmisi sinyal di otak, sehingga memperlambat proses berpikir dan membuat kita merasa foggy.
2. Peradangan