Merespons Kasus Gus Miftah, Ketua PBNU: Dakwah Harus Mengutamakan Kelembutan dan Adab
Tim langit 7
Kamis, 05 Desember 2024 - 07:00 WIB
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Keagamaan KH Ahmad Fahrurrozi.
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Keagamaan KH Ahmad Fahrurrozi (Gus Fahrur) angkat bicara soal Miftah Maulana Habiburrahman (Gus Miftah) menghina pedagang es teh.Dia menyebut, sebaiknya ceramah dilakukan dengan bahasa yang santun. Selain itu, konteks para jamaah juga harus diperhatikan."Pada dasarnya dakwah harus mengutamakan kelembutan dan adab sebagaimana tauladan Rasulullah saw," kata Gus Fahrur dikutip dari NU Online.Menurut Gus Fahrur, peristiwa tersebut menelurkan sejumlah hikmah yang bisa dipelajari. Seorang penceramah dituntut untuk bisa menakar dan membedakan situasi lawan bicara. Hal ini, sambungnya, dalam rangka mengantisipasi kegaduhan sekaligus berempati terhadap orang lain.
Baca juga: Muncul Petisi Copot Gus Miftah dari Jabatan Utusan Presiden, 4.000 Lebih Tanda Tangan Terkumpul Super Kilat"Kasus ini menjadi pelajaran bagi mubalig lainnya agar lebih berhati-hati dalam bercanda agar tidak menimbulkan kegaduhan dan melukai perasaan orang lain," paparnya.Pengasuh Pondok Pesantren An-Nur 1 Malang itu menganjurkan agar ketika berdakwah, para dai menghayati akhlak seperti menjaga konsistensi perkataan dan perbuatan, bersikap lemah lembut, pemaaf, musyawarah, tawakal dan tawadhu'.Hal ini sebagaimana terangkum dalam QS. Ash-Shaaf ayat 2-3, QS. Ali Imran ayat 159 dan QS. Al-Furqan ayat 63.Gus Fahrur mengingatkan kepada masyarakat agar ketika merespons segala peristiwa perlu bersikap teliti. Ia juga mengimbau agar tidak berlarut-larut dalam polemik tersebut.Adanya peristiwa tersebut mencerminkan kekurangan tiap-tiap manusia yang bersifat niscaya sehingga menjadi ajang untuk saling mengingatkan, saling mendukung dalam kebaikan."Mari saling mendukung dan mengingatkan untuk kebaikan dakwah umat Islam," tandasnya.
Baca juga: Muncul Petisi Copot Gus Miftah dari Jabatan Utusan Presiden, 4.000 Lebih Tanda Tangan Terkumpul Super Kilat"Kasus ini menjadi pelajaran bagi mubalig lainnya agar lebih berhati-hati dalam bercanda agar tidak menimbulkan kegaduhan dan melukai perasaan orang lain," paparnya.Pengasuh Pondok Pesantren An-Nur 1 Malang itu menganjurkan agar ketika berdakwah, para dai menghayati akhlak seperti menjaga konsistensi perkataan dan perbuatan, bersikap lemah lembut, pemaaf, musyawarah, tawakal dan tawadhu'.Hal ini sebagaimana terangkum dalam QS. Ash-Shaaf ayat 2-3, QS. Ali Imran ayat 159 dan QS. Al-Furqan ayat 63.Gus Fahrur mengingatkan kepada masyarakat agar ketika merespons segala peristiwa perlu bersikap teliti. Ia juga mengimbau agar tidak berlarut-larut dalam polemik tersebut.Adanya peristiwa tersebut mencerminkan kekurangan tiap-tiap manusia yang bersifat niscaya sehingga menjadi ajang untuk saling mengingatkan, saling mendukung dalam kebaikan."Mari saling mendukung dan mengingatkan untuk kebaikan dakwah umat Islam," tandasnya.
(ori)