Efek Psikologis Dipermalukan di Depan Ribuan Jamaah, Dialami Si Penjual Es Teh
Esti setiyowati
Kamis, 05 Desember 2024 - 14:09 WIB
Sunhaji, penjual es teh yang diolok-olok oleh Utusan Khusus Presiden, Miftah Maulana. Foto: Istimewa.
Ekspresi penjual es teh,Sunhaji, saat diolok-olok oleh Miftah Maulana Habiburrahman di hadapan ribuan jamaah pengajian mendapat sorotan publik.
“Es tehmu seh akeh ra? (Es teh mu masih banyak gak?) Masih? Yo kono didol go*lok (Ya sana dijual bodoh). Dolen disek, nko lak durung payu, wes, takdir (Jual dulu, kalau belum laku, sudah, takdir),” kata Miftah saat itu.
Dari video yang beredar terlihat Sunhaji tampak menarik nafas panjang dengan tatapan murung. Sambil terus memegang dagangannya, Sunhaji terlihat menahan emosi yang mendalam akibat umpatan yang dikeluarkan Miftah Maulana.
Baca juga: Viral Gus Miftah Hina Penjual Es Teh, Lembaga Dakwah PBNU Ingatkan Etika dan Guyon dalam Berdakwah
Melansir Verywell Mind, Kamis (5/12/2024), kata kasar yang dikeluarkan Miftah Maulana ini termasuk dalam kekerasan verbal atau verbal abuse.
Kekerasan verbal adalah salah satu jenis kekerasan emosional. Hal ini terjadi ketika seseorang menggunakan kata-katanya untuk menyerang, mendominasi, mengejek, memanipulasi, dan atau merendahkan orang lain yang berdampak negatif pada kesehatan psikologis orang tersebut.
Apa yang dilakukan Miftah Maulana dapat menimbulkan konsekuensi jangka pendek dan panjang pada Sunhaji, si penjual es teh.
“Es tehmu seh akeh ra? (Es teh mu masih banyak gak?) Masih? Yo kono didol go*lok (Ya sana dijual bodoh). Dolen disek, nko lak durung payu, wes, takdir (Jual dulu, kalau belum laku, sudah, takdir),” kata Miftah saat itu.
Dari video yang beredar terlihat Sunhaji tampak menarik nafas panjang dengan tatapan murung. Sambil terus memegang dagangannya, Sunhaji terlihat menahan emosi yang mendalam akibat umpatan yang dikeluarkan Miftah Maulana.
Baca juga: Viral Gus Miftah Hina Penjual Es Teh, Lembaga Dakwah PBNU Ingatkan Etika dan Guyon dalam Berdakwah
Melansir Verywell Mind, Kamis (5/12/2024), kata kasar yang dikeluarkan Miftah Maulana ini termasuk dalam kekerasan verbal atau verbal abuse.
Kekerasan verbal adalah salah satu jenis kekerasan emosional. Hal ini terjadi ketika seseorang menggunakan kata-katanya untuk menyerang, mendominasi, mengejek, memanipulasi, dan atau merendahkan orang lain yang berdampak negatif pada kesehatan psikologis orang tersebut.
Apa yang dilakukan Miftah Maulana dapat menimbulkan konsekuensi jangka pendek dan panjang pada Sunhaji, si penjual es teh.