home global news

Suara Australia untuk Palestina di PBB Bikin Netanyahu Berang, Ini Fakta Sebenarnya

Sabtu, 07 Desember 2024 - 07:53 WIB
Menteri Pertahanan Australia Richard Marles (Foto: Istimewa)
LANGIT7.ID-Jakarta;Menteri Pertahanan Australia Richard Marles dengan tegas membantah tuduhan dari PM Israel Benjamin Netanyahu. Sebelumnya, Netanyahu mengatakan dukungan Australia untuk pembentukan negara Palestina dalam voting PBB akan memicu terorisme dan antisemitisme. Meski begitu, Marles menegaskan Australia tetap menjadi teman baik Israel.

Keputusan ini menuai kritik dari kubu oposisi. Mereka menuduh pemerintahan Partai Buruh mengubah kebijakan luar negeri hanya untuk mendapat dukungan pemilih di Sydney Barat. Scott Morrison, mantan PM dari Partai Liberal, bahkan menyebut keputusan ini memalukan dan mengkhianati kebebasan.

Baca juga: Isu Palestina Bikin Gelisah, Bintang Fenerbahce Amrabat: Saya Berdoa Tiap Hari, Terutama untuk Anak-anak

PM Anthony Albanese membela keputusan ini. Menurutnya, sikap Australia sejalan dengan banyak negara sekutu dekat dan tidak berbeda dengan kebijakan pemerintahan Howard sebelumnya.

"Ada 157 negara yang mendukung resolusi ini, termasuk negara-negara Five Eyes seperti Inggris, Kanada, dan Selandia Baru. Ini sama persis dengan sikap yang diambil pemerintahan Howard dulu," jelas Albanese pada Jumat.

Pekan ini Australia bergabung dengan 156 negara lain di PBB. Mereka menuntut Israel segera mengakhiri pendudukan di wilayah Palestina. Resolusi yang menang telak dengan 157 lawan 8 suara ini juga menolak upaya Israel mengubah demografi atau wilayah Gaza.

Australia bersama negara-negara besar seperti Inggris, Kanada, Jepang, Prancis dan Jerman mendukung resolusi 'Penyelesaian Damai untuk Palestina'. Hanya delapan negara yang menolak, termasuk Argentina, Israel dan Amerika Serikat.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya