LANGIT7.ID-Jakarta; Bintang Fenerbahce asal Maroko, Sofyan Amrabat, menyuarakan keprihatinan mendalam tentang situasi di Palestina dalam wawancara terbarunya dengan Haber Global. Di tengah pembicaraan tentang karirnya, Amrabat tak ragu mengangkat isu kemanusiaan yang tengah terjadi.
"Jika saya bisa mengubah satu hal di dunia ini, itu adalah menghentikan perang. Situasi di Palestina sangat mengerikan. Saya berdoa setiap hari agar konflik ini berakhir, terutama untuk anak-anak yang menjadi korban," ungkap Amrabat dengan penuh empati.
Gelandang Maroko ini menegaskan pandangannya tentang kesetaraan dan perdamaian. "Semua manusia setara dan berhak hidup dalam kedamaian. Apa yang terjadi di Palestina saat ini sangat menyayat hati," tambahnya.
Di sela pembicaraan tentang karirnya di Fenerbahce, Amrabat mengungkapkan proses kepindahannya ke klub Turki tersebut. "Saya menerima banyak tawaran, termasuk dari Galatasaray. Namun, setelah berbicara dengan Acun Bey selama hampir dua bulan, saya yakin Fenerbahce adalah pilihan tepat," jelasnya.
Keputusannya bergabung dengan Fenerbahce juga dipengaruhi oleh Jose Mourinho. "Sangat istimewa ketika pelatih sekaliber Mourinho menginginkan Anda. Itu salah satu alasan saya datang," ujar Amrabat.
Kakaknya, Nordin Amrabat, yang pernah bermain untuk Galatasaray, juga berperan dalam keputusannya. "Kakak saya memberi banyak informasi tentang Turki, Istanbul, liga, dan Fenerbahce. Dia menyuruh saya mendengarkan hati, dan saya melakukannya," kata Sofyan.
Berbicara tentang Derby Istanbul yang akan datang melawan Besiktas, Amrabat mengenang pengalaman pertamanya melawan Galatasaray. "Atmosfernya luar biasa. Stadion Kadikoy mungkin lebih kecil dari Old Trafford, tapi energinya jauh lebih bergemuruh," ceritanya.
Amrabat menegaskan komitmennya pada Fenerbahce. "Saya tidak datang ke sini untuk bersantai. Tujuan saya adalah memenangkan trofi dan membuat fans bahagia," ujarnya. Bahkan dengan candaan dia menambahkan, "Jika kami juara liga, saya akan mencukur kepala saya."
Menutup wawancara, Amrabat berbagi pendapat tentang kehidupannya di Istanbul. "Istanbul adalah kota yang indah, dan Turki adalah negara yang hebat. Mengingatkan saya pada Maroko, dan saya merasa seperti di rumah di sini. Hanya lalu lintasnya yang agak gila," tutupnya.
(lam)