Patut Dicontoh Kampus Lain, UIN Bandung Punya Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual
Tim langit 7
Sabtu, 07 Desember 2024 - 14:27 WIB
UIN Bandung membentuk Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual untuk menciptakan kampus yang aman dan nyaman.Foto/ist
Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung membentuk Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS). Terobosan ini untuk menciptakan kampus yang aman, nyaman dan bebas dari kekerasan seksual.
Satgas ini beranggotakan 18 orang dan dilantik Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Rosihon Anwar. Pelantikan berlangsung di Gedung O. Djauharuddin AR, Kampus UIN Bandung, Jumat (6/12/2024).
Rosihon menegaskan penguatan moderasi beragama dan gender menjadi salah satu dari lima program unggulan UIN Sunan Gunung Djati Bandung dalam rentang lima tahun ke depan (2024-2029).
“Saya mengucapkan selamat kepada pengurus yang baru dilantik. Ingat saat pelantikan ada janji, komitmen, sumpah-sumpah yang harus diimplementasikan dalam menjalankan kehidupan sehar-hari agar kampus semakin unggul, kompetitif, meningkat dosen ramah saat mengajar, mahasiswa ramah dalam berbeda pendapat, menyikapi segala perbedaan. Mari kita wujudkan kampus yang ramah, moderat, rahmatan lil alamin, sesuai visi kita,” tegasnya.
Sebelumnya, Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) UIN Sunan Gunung Djati Bandung bekerja sama dengan Komnas Perempuan dan UPTD PPA Pemprov Jabar telah menyelenggarakan workshop dan sosialisasi SK Rektor no. 1225 tentang pencegahan dan penanganan kekerasan seksual (PPKS) di perguruan tinggi bagi dosen, tendik dan mahasiswa.
“SK PPKS baru dirilis di UIN Bandung pada tahun 2023. Hari ini dilantik satgas PPKS, sebagai rektor, saya meminta kepada civitas akademika dan setuju sekali untuk mendukung, mengawal, melakukan edukasi, sosialisasi dengan berbagai platform untuk bersama-sama melakukan pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di kampus tercinta ini,” jelasnya.
Kepala PSGA, Irma Riyani menjelaskan, pelantikan satgas dimulai dan merupakan tonggak penting dalam melakukan pencegahan kekerasan dan dalam rangka menciptakan kampus aman, nyaman, inklusif yang ramah terhadap semua warga kampus.
Satgas ini beranggotakan 18 orang dan dilantik Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Rosihon Anwar. Pelantikan berlangsung di Gedung O. Djauharuddin AR, Kampus UIN Bandung, Jumat (6/12/2024).
Rosihon menegaskan penguatan moderasi beragama dan gender menjadi salah satu dari lima program unggulan UIN Sunan Gunung Djati Bandung dalam rentang lima tahun ke depan (2024-2029).
“Saya mengucapkan selamat kepada pengurus yang baru dilantik. Ingat saat pelantikan ada janji, komitmen, sumpah-sumpah yang harus diimplementasikan dalam menjalankan kehidupan sehar-hari agar kampus semakin unggul, kompetitif, meningkat dosen ramah saat mengajar, mahasiswa ramah dalam berbeda pendapat, menyikapi segala perbedaan. Mari kita wujudkan kampus yang ramah, moderat, rahmatan lil alamin, sesuai visi kita,” tegasnya.
Sebelumnya, Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) UIN Sunan Gunung Djati Bandung bekerja sama dengan Komnas Perempuan dan UPTD PPA Pemprov Jabar telah menyelenggarakan workshop dan sosialisasi SK Rektor no. 1225 tentang pencegahan dan penanganan kekerasan seksual (PPKS) di perguruan tinggi bagi dosen, tendik dan mahasiswa.
“SK PPKS baru dirilis di UIN Bandung pada tahun 2023. Hari ini dilantik satgas PPKS, sebagai rektor, saya meminta kepada civitas akademika dan setuju sekali untuk mendukung, mengawal, melakukan edukasi, sosialisasi dengan berbagai platform untuk bersama-sama melakukan pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di kampus tercinta ini,” jelasnya.
Kepala PSGA, Irma Riyani menjelaskan, pelantikan satgas dimulai dan merupakan tonggak penting dalam melakukan pencegahan kekerasan dan dalam rangka menciptakan kampus aman, nyaman, inklusif yang ramah terhadap semua warga kampus.