Muhammad Jadi Nama Bayi Laki-laki Terpopuler di UK untuk Pertama Kalinya
Lusi mahgriefie
Ahad, 08 Desember 2024 - 15:05 WIB
ilustrasi
Nama Muhammad untuk pertama kalinya menjadi nama bayi laki-laki paling populer di United Kingdom (UK), khususnya di Inggris dan Wales, mengalahkan Noah yang menjadi nama terfavourit sebelumnya.
Hal tersebut berdasarkan data terbaru dari Kantor Statistik Nasional (ONS), melansir theguardian.com, Minggu (8/12/2024).
Sebenarnya mama Muhammad sudah masuk dalam 10 besar nama bayi laki-laki sejak tahun 2016. Namun tidak pernah menempati urutan pertama tapi tahun kini justru langsung menyalip favorit nama sebelumnya yaitu Noah.
Berikutnya, Oliver berada di urutan ketiga dalam peringkat tahun 2023 untuk Inggris dan Wales.
Sementara untuk bayi perempuan, Olivia tetap menjadi nama terpopuler selama delapan tahun berturut-turut, dengan Amelia dan Isla di urutan kedua dan ketiga terpopuler.
Setiap tahun, ONS menganalisis data nama bayi terbaru, mengungkap nama paling populer dan tidak populer di Inggris dan Wales. Adanya peringkat tersebut dibuat menggunakan ejaan nama yang sama persis dengan yang diberikan pada saat pencatatan kelahiran, artinya nama serupa dengan ejaan berbeda dihitung secara terpisah.
Baca juga:Ketua PBNU Tegaskan Aksi Miftah Maulana Bukan Guyonan Ala Santri
Hal tersebut berdasarkan data terbaru dari Kantor Statistik Nasional (ONS), melansir theguardian.com, Minggu (8/12/2024).
Sebenarnya mama Muhammad sudah masuk dalam 10 besar nama bayi laki-laki sejak tahun 2016. Namun tidak pernah menempati urutan pertama tapi tahun kini justru langsung menyalip favorit nama sebelumnya yaitu Noah.
Berikutnya, Oliver berada di urutan ketiga dalam peringkat tahun 2023 untuk Inggris dan Wales.
Sementara untuk bayi perempuan, Olivia tetap menjadi nama terpopuler selama delapan tahun berturut-turut, dengan Amelia dan Isla di urutan kedua dan ketiga terpopuler.
Setiap tahun, ONS menganalisis data nama bayi terbaru, mengungkap nama paling populer dan tidak populer di Inggris dan Wales. Adanya peringkat tersebut dibuat menggunakan ejaan nama yang sama persis dengan yang diberikan pada saat pencatatan kelahiran, artinya nama serupa dengan ejaan berbeda dihitung secara terpisah.
Baca juga:Ketua PBNU Tegaskan Aksi Miftah Maulana Bukan Guyonan Ala Santri