home edukasi & pesantren

Kisah Tabi'in Ar-Rabi bin Khutsaim dan Nasihatnya yang Menyentuh Hati

Sabtu, 14 Desember 2024 - 17:50 WIB
Kisah Tabi'in Ar-Rabi bin Khutsaim dan Nasihatnya yang Menyentuh Hati
LANGIT7.ID-Ar-Rabi bin Khutsaim adalah salah satu ulama tabiin yang utama dan satu di antara delapan orang yang dikenal paling zuhud di masanya. Beliau adalah murid dari Abdullah bin Mas'ud , sahabat Rasulullah SAW .

Kecintaan guru terhadap muridnya laksana kasih sayang seorang ibu terhadap anak tunggalnya. Ar-Rabi biasa keluar masuk rumah gurunya tanpa harus meminta izin. Bila dia datang, maka yang lain tidak diizinkan masuk sebelum ar-Rabi keluar.

Dr Abdurrahman Ra'fat Basya dalam "Mereka adalah Para Tabiin" menyebut beliau adalah orang Arab asli, suku Mudhar dan silsilahnya bertemu dengan Rasulullah SAW pada kakeknya, Ilyas dan Mudhar.

Ibnu Mas'ud merasakan ketulusan dan keikhlasan ar-Rabi. Kebagusan ibadahnya yang memancar kuat di hatinya, rasa kecewanya lantaran tertinggal dari zaman Nabi, sehingga tidak mendapat kesempatan untuk menjadi salah satu sahabat beliau.

"Tidakkah sebaiknya kuantarkan engkau kepada syaikh agar kita bisa menambah keimanan sesaat?" ajak Hilal bin Isaf kepada tamunya yang bernama Mundzir ats-Tsauri, suatu ketika. Syaikh yang dimaksud adalah Syaikh Ar-Rabi bin Khutsaim.

"Baik, aku setuju," jawab Mundzir antusias. "Demi Allah, tiada yang mendorong aku datang ke Kufah ini melainkan karena ingin bertemu dengan gurumu, Rabi bin Khutsaim dan rindu untuk bisa tinggal sesaat dalam taman iman bersamanya. Akan tetapi apakah engkau sudah minta izin kepadanya? Kudengar dia menderita penyakit rematik sehingga tidak keluar rumah dan enggan menerima tamu?"

Baca juga: Kisah Khalifah Umar bin Abdul Aziz yang Zuhud, Pengganti Sulaiman bin Abdul Malik
Berita Lainnya