Kisah Debat Ummu Ya'qub dan Abdullah bin Mas'ud: Hukum Tato Menurut Islam
Tim langit 7
Ahad, 15 Desember 2024 - 04:30 WIB
Kisah Debat Ummu Ya'qub dan Abdullah bin Mas'ud: Hukum Tato Menurut Islam
LANGIT7.ID-Tato yang dalam bahasa Inggris tattoo atau cacah adalah suatu gambar, simbol, atau tulisan pada permukaan kulit yang dibuat dengan memasukkan zat warna ke dalamnya. Bagaimana hukum tato menurut Islam?
Ada satu peristiwa di zaman sahabat Nabi yaitu debat antara Ummu Ya'qub dengan Abdullah bin Mas'ud terkait tato. Hal ini dinukil dari hadis yang diriwayatkan Imam Muslim dan dikutip Abdul Halim Abu Syuqqah dalam bukunya berjudul "Tahrirul-Ma'rah fi 'Ashrir-Risalah".
Suatu ketika Abdullah bin Mas'ud mengatakan Allah melaknati para wanita pembuat tato dan para wanita yang minta dibuatkan tato, para wanita yang mencabuti alis mata, para wanita yang menggerinda giginya untuk tujuan kecantikan, serta wanita-wanita yang mengubah ciptaan Allah.
Sekadar mengingatkan, Abdullah bin Mas'ud adalah salah seorang sahabat Nabi Muhammad SAW. Beliau dibesarkan dan dididik dengan sempurna dalam rumah tangga Rasulullah. Beliau terpelajar, berakhlak tinggi, sesuai dengan karakter dan sifat-sifat yang dicontohkan Rasulullah kepadanya. Sampai-sampai orang mengatakan, karakter dan akhlak Abdullah bin Mas'ud paling mirip dengan akhlak Rasulullah.
Abdullah bin Mas'ud pernah berkata tentang pengetahuannya mengenai Kitabullah (Al-Qur'an) sebagai berikut, "Demi Allah, yang tiada Tuhan selain Dia. Tidak ada satu ayat pun dalam Al-Qur'an, melainkan aku tahu di mana dan dalam situasi bagaimana diturunkan. Seandainya ada orang yang lebih tahu daripada aku, niscaya aku datang belajar kepadanya."
Ucapan Abdullah bin Ma'sud tentang tato itu sampai ke telinga seorang wanita dari Bani Asad, namanya Ummu Ya'qub. Menurut Imam Muslim, ketika itu Ummu Ya'qub sedang membaca Al-Qur'an.
Selanjutnya Ummu Ya'qub menemui Abdullah bin Mas'ud untuk mengonfirmasi pernyataannya itu. "Telah sampai kepadaku berita bahwa kamu melaknati yang begini dan yang begini," tanya Ummu Ya'qub.
Ada satu peristiwa di zaman sahabat Nabi yaitu debat antara Ummu Ya'qub dengan Abdullah bin Mas'ud terkait tato. Hal ini dinukil dari hadis yang diriwayatkan Imam Muslim dan dikutip Abdul Halim Abu Syuqqah dalam bukunya berjudul "Tahrirul-Ma'rah fi 'Ashrir-Risalah".
Suatu ketika Abdullah bin Mas'ud mengatakan Allah melaknati para wanita pembuat tato dan para wanita yang minta dibuatkan tato, para wanita yang mencabuti alis mata, para wanita yang menggerinda giginya untuk tujuan kecantikan, serta wanita-wanita yang mengubah ciptaan Allah.
Sekadar mengingatkan, Abdullah bin Mas'ud adalah salah seorang sahabat Nabi Muhammad SAW. Beliau dibesarkan dan dididik dengan sempurna dalam rumah tangga Rasulullah. Beliau terpelajar, berakhlak tinggi, sesuai dengan karakter dan sifat-sifat yang dicontohkan Rasulullah kepadanya. Sampai-sampai orang mengatakan, karakter dan akhlak Abdullah bin Mas'ud paling mirip dengan akhlak Rasulullah.
Abdullah bin Mas'ud pernah berkata tentang pengetahuannya mengenai Kitabullah (Al-Qur'an) sebagai berikut, "Demi Allah, yang tiada Tuhan selain Dia. Tidak ada satu ayat pun dalam Al-Qur'an, melainkan aku tahu di mana dan dalam situasi bagaimana diturunkan. Seandainya ada orang yang lebih tahu daripada aku, niscaya aku datang belajar kepadanya."
Ucapan Abdullah bin Ma'sud tentang tato itu sampai ke telinga seorang wanita dari Bani Asad, namanya Ummu Ya'qub. Menurut Imam Muslim, ketika itu Ummu Ya'qub sedang membaca Al-Qur'an.
Selanjutnya Ummu Ya'qub menemui Abdullah bin Mas'ud untuk mengonfirmasi pernyataannya itu. "Telah sampai kepadaku berita bahwa kamu melaknati yang begini dan yang begini," tanya Ummu Ya'qub.