Mendengkur saat Tidur Bisa Sebabkan Masalah Kesehatan Serius
Fajar adhitya
Ahad, 15 Desember 2024 - 19:10 WIB
(Foto: Freepik.com)
LANGIT7.ID-Jakarta;Kebiasaan mendengkur bisa menjadi salah satu tanda anak mengalami gangguan tidur. Jika kebiasaan itu tidak ditangani sejak dini, maka akan memengaruhi kesejahteraan hidup anak-anak.
"Mendengkur, mengompol, bernapas lewat mulut, mengantuk di siang hari, dan kesulitan berkonsentrasi bukan sekadar 'kebiasaan masa kecil' atau kemalasan. Itu adalah tanda-tanda masalah yang lebih besar yang dapat memengaruhi anak anda seumur hidup: gangguan pernapasan saat tidur," ujar Dr. Burhenne melalui sebuah video di Instagram.
Dalam video itu dia membahas soal salah satu jenis gangguan tidur yang dapat terjadi secara umum yakni apnea tidur. Sebuah gangguan yang menyebabkan pernapasan berulangkali berhenti, kondisi itu dapat dikaitkan dengan apnea tidur obstruktif (OSA).
OSA adalah kondisi umum saat otot tenggorokan yang rileks menghalangi aliran udara ke paru-paru, atau apnea tidur sentral (CSA), yang terjadi saat otak gagal mengirimkan sinyal yang tepat untuk mengendalikan pernapasan.
Tanda-tanda peringatan apnea tidur pada anak-anak meliputi pernapasan lewat mulut, mendengkur keras, jeda dalam pernapasan, batuk atau tersedak saat tidur, gelisah dan berputar-putar, keringat malam, berjalan sambil tidur, dan mengompol.
Dr. Burhenne mengingatkan apabila anak mengalami tanda-tanda tersebut, orang tua harus segera membawa mereka memeriksakan diri ke layanan kesehatan untuk dilakukan kajian guna memahami pola tidurnya.
Apnea tidur yang tidak diobati pada anak-anak dapat menyebabkan kesulitan belajar, masalah perilaku, kelelahan kronis, dan bahkan masalah kesehatan serius seperti penyakit jantung dan tekanan darah tinggi. Namun, kabar baiknya adalah bahwa intervensi dini dapat membuat perbedaan besar.
"Mendengkur, mengompol, bernapas lewat mulut, mengantuk di siang hari, dan kesulitan berkonsentrasi bukan sekadar 'kebiasaan masa kecil' atau kemalasan. Itu adalah tanda-tanda masalah yang lebih besar yang dapat memengaruhi anak anda seumur hidup: gangguan pernapasan saat tidur," ujar Dr. Burhenne melalui sebuah video di Instagram.
Dalam video itu dia membahas soal salah satu jenis gangguan tidur yang dapat terjadi secara umum yakni apnea tidur. Sebuah gangguan yang menyebabkan pernapasan berulangkali berhenti, kondisi itu dapat dikaitkan dengan apnea tidur obstruktif (OSA).
OSA adalah kondisi umum saat otot tenggorokan yang rileks menghalangi aliran udara ke paru-paru, atau apnea tidur sentral (CSA), yang terjadi saat otak gagal mengirimkan sinyal yang tepat untuk mengendalikan pernapasan.
Tanda-tanda peringatan apnea tidur pada anak-anak meliputi pernapasan lewat mulut, mendengkur keras, jeda dalam pernapasan, batuk atau tersedak saat tidur, gelisah dan berputar-putar, keringat malam, berjalan sambil tidur, dan mengompol.
Dr. Burhenne mengingatkan apabila anak mengalami tanda-tanda tersebut, orang tua harus segera membawa mereka memeriksakan diri ke layanan kesehatan untuk dilakukan kajian guna memahami pola tidurnya.
Apnea tidur yang tidak diobati pada anak-anak dapat menyebabkan kesulitan belajar, masalah perilaku, kelelahan kronis, dan bahkan masalah kesehatan serius seperti penyakit jantung dan tekanan darah tinggi. Namun, kabar baiknya adalah bahwa intervensi dini dapat membuat perbedaan besar.