Guyonan Madura, Saat Orang Bangkalan Ingin Obati Gus Dur
Fajar adhitya
Jum'at, 17 September 2021 - 23:15 WIB
Guyonan Madura saat orang Bangkalan ingin obati Gus Dur. (Foto: Istimewa).
Guyonan Madura saat orang Bangkalan ingin obati Gus Dur berlatar belakang kondisi politik pada 1999. Kisah ini terkait sakit punggung dan poros tengah melemah.
Dalam bahasa Madura, punggung artinya tengah. Pada tahun 1999, yang mengantarkan Gus Dur menjadi Presiden RI adalah koalisi poros tengah.
Namun saat poros tengah mulai melemah, orang Madura pun turut kalang kabut. Salah satu orang yang ikuti kalang kabut ialah, Satriono.
Tukang urut tulang yang cukup terkenal di daerahnya itu bergegas dari rumahnya di Bangkalan menuju Stasiun Pasar Turi Surabaya.
Sesaat setelah sampai di Stasiun Pasar Turi, ia dikagetkan dengan sejawatnya bernama Atriani yang juga hendak ke Jakarta
Soal poros tengah yang sedang melemah juga diketahui oleh Atriani. "Kamu mau ke mana?" tanya Atriani.
"Mau ketemu Gus Dur," jawab Satriono singkat.
Dalam bahasa Madura, punggung artinya tengah. Pada tahun 1999, yang mengantarkan Gus Dur menjadi Presiden RI adalah koalisi poros tengah.
Namun saat poros tengah mulai melemah, orang Madura pun turut kalang kabut. Salah satu orang yang ikuti kalang kabut ialah, Satriono.
Tukang urut tulang yang cukup terkenal di daerahnya itu bergegas dari rumahnya di Bangkalan menuju Stasiun Pasar Turi Surabaya.
Sesaat setelah sampai di Stasiun Pasar Turi, ia dikagetkan dengan sejawatnya bernama Atriani yang juga hendak ke Jakarta
Soal poros tengah yang sedang melemah juga diketahui oleh Atriani. "Kamu mau ke mana?" tanya Atriani.
"Mau ketemu Gus Dur," jawab Satriono singkat.