home masjid

Ijtihad Tabiin sebagai Pendahulu Mazhab-Mazhab, Berikut Ini Tokoh-tokohnya

Ahad, 22 Desember 2024 - 15:38 WIB
Ijtihad Tabiin sebagai Pendahulu Mazhab-Mazhab, Berikut Ini Tokoh-tokohnya
LANGIT7.ID-Jakarta;Al-Syaykh Ali al-Khafifi mengatakan ijtihad yang terjadi di zaman Tabi'in adalah ijtihad mutlak. "Yaitu ijtihad yang dilakukan tanpa ikatan pendapat seorang mujtahid yang terlebih dahulu, dan yang secara langsung diarahkan membahas, meneliti dan memahami yang benar," ujarnya.

Menurutnya, ikatan hanya terjadi jika ditemukan sebuah pendapat seorang Sahabat Nabi, yang diduga bersandar kepada Sunnah yang karena beberapa sebab Sunnah itu tidak muncul sebelumnya, kemudian pada zaman Tabi'in itu, lebih-lebih zaman Tabi'in al-Tabi'in, suasana lebih mengizinkan untuk muncul.

Dalam kitab "Al-Ijtihad fi 'Ashr al-Tabi'in wa Tabi'i 'l-Tabi'in", al-Khafifi menyebut misalnya, perubahan situasi politik, dengan perpindahan kekuasaan dari kaum Umawi ke kaum 'Abbasi , telah membawa perubahan penting dalam sikap keagamaan.

Meskipun sesungguhnya kaum 'Abbasi akhirnya banyak meneruskan wawasan hukum keagamaan kaum Umawi sebagai pendukung Ahl al-Sunnah wa al-Jama'ah , kaum 'Abbasi lebih banyak dan lebih tulus perhatian mereka kepada masalah-masalah keagamaan dari pada kaum Umawi.

Sikap berpegang kepada syari'ah ini bagi kaum Abbasi berarti pengukuhan legitimasi politik dan kekuasaan mereka (dibandingkan dengan kedudukan kaum Umawi, dan dihadapkan kepada oposisi kaum Syi'ah dan Khawarij). Tapi di samping itu, sikap tersebut menciptakan suasana yang lebih mendukung bagi perkembangan kajian agama, dan ini pada urutannya memberi peluang lebih baik pada para sarjana untuk menyatakan pendapatnya, termasuk menuturkan riwayat dan

Hadis.

Usaha secara resmi pembakuan Sunnah (yang kemudian menjadi sejajar dengan Hadis) telah mulai tumbuh sejak zaman Umar ibn Abdul Aziz menjelang akhir kekuasaan Umawi.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya