Mobil Tabrak Kerumunan di Christmas Market Jerman, Lima Tewas dan Ratusan Terluka
Lusi mahgriefie
Ahad, 22 Desember 2024 - 17:51 WIB
Ilustrasi. Foto: Freepik.
Seorang anak berusia sembilan tahun dan empat orang dewasa tewas akibat sebuah mobil menabrak kerumunan orang di Chrismast Market (pasar Natal) di kota Magdeburg, Jerman timur, Jumat malam lalu.
Lebih dari 200 orang terluka, setidaknya 41 orang kritis dalam insiden tersebut.
Sebuah SUV BMW hitam melaju sejauh 400 meter melalui pasar yang ramai dalam serangan yang berlangsung sekira tiga menit.
Baca juga: BREAKING NEWS: Kecelakaan Massal Tol Cipularang, Belasan Kendaraan Terlibat, Jalur Jakarta Lumpuh Total
Media lokal melaporkan, tersangka penyerangan adalah Taleb al-Abdulmohsen, seorang warga negara Saudi berusia 50 tahun yang tiba di Jerman pada tahun 2006 dan berprofesi dokter.
Jaksa Horst Walter Nopens mengatakan, pada Sabtu bahwa penyelidikan sedang berlangsung. Ia menyatakan, "latar belakang insiden tersebut diperkirakan karena ketidakpuasan terhadap cara pengungsi Arab Saudi diperlakukan di Jerman”.
Tersangka tidak diketahui memiliki hubungan dengan ekstremisme Islam. Media sosial dan postingannya menunjukkan bahwa dia kritis terhadap Islam.
Lebih dari 200 orang terluka, setidaknya 41 orang kritis dalam insiden tersebut.
Sebuah SUV BMW hitam melaju sejauh 400 meter melalui pasar yang ramai dalam serangan yang berlangsung sekira tiga menit.
Baca juga: BREAKING NEWS: Kecelakaan Massal Tol Cipularang, Belasan Kendaraan Terlibat, Jalur Jakarta Lumpuh Total
Media lokal melaporkan, tersangka penyerangan adalah Taleb al-Abdulmohsen, seorang warga negara Saudi berusia 50 tahun yang tiba di Jerman pada tahun 2006 dan berprofesi dokter.
Jaksa Horst Walter Nopens mengatakan, pada Sabtu bahwa penyelidikan sedang berlangsung. Ia menyatakan, "latar belakang insiden tersebut diperkirakan karena ketidakpuasan terhadap cara pengungsi Arab Saudi diperlakukan di Jerman”.
Tersangka tidak diketahui memiliki hubungan dengan ekstremisme Islam. Media sosial dan postingannya menunjukkan bahwa dia kritis terhadap Islam.