Profil Ponpes Nurul Huda Cilongok, Pesantren Gratis bagi 1.500 Santri
Haris budiman
Senin, 23 Desember 2024 - 11:19 WIB
Santri Ponpes Nurul Huda Desa Langgongsari, Kecamatan Cilongok, Banyumas, saat mengikuti upacara hari santri. (Instagram/ponpes.enha)
LANGIT7.ID-Pondok Pesantren Nurul Huda Cilongok, Banyumas, Jawa Tengah, merupakan pesantren gratis bagi kurang lebih 1.500 santri.
Pesantren yang berkonsep sebagai 'rumah' bagi santrinya ini sama sekali tak membebankan biaya sepeser pun.
Para santri yang rata-rata berasal dari keluarga tak mampu dan yatim piatu bebas mengikuti pendidikan tanpa memikirkan uang makan, biaya listrik, maupun biaya pendidikan.
Dirintis pada 1987
Dikutip dari artikel Zia Ul Haq di situs greennetwork.id, Pesantren Nurul Huda dirintis pada tahun 1987 oleh almarhum KH. Syamsul Ma’arif, yang wafat pada tahun 1995.
Syamsul Ma'arif meninggalkan 11 orang santri yatim saat meninggalnya. Pesantren itu kemudian diamanatkan untuk diteruskan putra tertuanya, Muhammad Abror, yang baru berusia 19 tahun pada waktu itu.
Gus Abror, demikian ia kerap disapa, kemudian melanjutkan pengelolaan bersama saudara-saudaranya dengan mengusung jargon kemandirian, keberdayaan, dan kebermanfaatan.
Pesantren yang berkonsep sebagai 'rumah' bagi santrinya ini sama sekali tak membebankan biaya sepeser pun.
Para santri yang rata-rata berasal dari keluarga tak mampu dan yatim piatu bebas mengikuti pendidikan tanpa memikirkan uang makan, biaya listrik, maupun biaya pendidikan.
Dirintis pada 1987
Dikutip dari artikel Zia Ul Haq di situs greennetwork.id, Pesantren Nurul Huda dirintis pada tahun 1987 oleh almarhum KH. Syamsul Ma’arif, yang wafat pada tahun 1995.
Syamsul Ma'arif meninggalkan 11 orang santri yatim saat meninggalnya. Pesantren itu kemudian diamanatkan untuk diteruskan putra tertuanya, Muhammad Abror, yang baru berusia 19 tahun pada waktu itu.
Gus Abror, demikian ia kerap disapa, kemudian melanjutkan pengelolaan bersama saudara-saudaranya dengan mengusung jargon kemandirian, keberdayaan, dan kebermanfaatan.