home masjid

Syaikh Al-Qardhawi Membolehkan Mengucapkan Selamat Natal, Begini Penjelasannya

Selasa, 24 Desember 2024 - 17:27 WIB
Syaikh Al-Qardhawi Membolehkan Mengucapkan Selamat Natal, Begini Penjelasannya
LANGIT7.ID-Jakarta;Dalam menjawab permasalahan terkait hukum boleh atau tidaknya mengucapkan selamat hari Natal atau hari raya kepada pemeluk agama lain, Yusuf al-Qardhawi berlandaskan pada al-Qur’an yang menjelaskan tentang ketentuan hubungan antara orang-orang Islam dan umat lain pada dua ayat dalam surah al-Mumtahanah, yang membahas mengenai orang-orang musyrik.

“Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu dalam urusan agama dan tidak mengusir kamu dari kampung halamanmu. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil. Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan mereka sebagai kawanmu orang-orang yang memerangimu dalam urusan agama dan mengusir kamu dari kampung halamanmu dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, mereka itulah orang yang zalim”. (QS Al-Mumtahanah (60):8-9)

Menurutnya, dari kandungan ayat tersebut bahwasanya Islam tidak melarang untuk berbuat baik kepada golongan non-muslim yang menerima kaum muslimin, yang tidak memusuhi, tidak menyakiti, tidak membunuh, tidak mengusir dari rumah atau tidak terang-terangan mengeluarkan mereka.

"Allah hanya melarang menjadikan teman orang-orang yang memerangi karena agama dan berbuat zalim," tulis Syaikh Yusuf al-Qardhawi dalam bukunya yang diterjemakan Abdul Hayyie al-Katani dkk berjudul "Fatwa-fatwa Kontemporer" (Jakarta: Gema Insani, 2002)

Sebagai contoh lain untuk cerminan bagaimana sikap seorang muslim kepada orang non-muslim yang tidak berbuat zalim, memerangi, membunuh dan menyakiti umat muslim, Al-Qardhawi mengambil sebuah hadis yang diriwayatkan dari Asma binti Abu Bakar diceritakan

Bahwa seseorang datang kepada Rasulullah dan berkata, “Wahai Rasulullah, ibuku datang kepadaku dan ia masih dalam keadaan musyrik, tapi ia pun mencintaiku (sering menghubungi dan memberi hadiah). Apakah aku harus berhubungan (bergaul) dengannya?”

Rasulullah SAW bersabda, “Pergaulilah ibumu (meskipun ketika itu ibumu masih musyrik).” (HR Shahih Muslim).
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya