Kolaborasi ITS dengan BPBD Jatim Luncurkan VR Simulasi Bencana
Tim langit 7
Rabu, 25 Desember 2024 - 09:32 WIB
Anggota tim riset ITS Miko Cahya Laksmana ST (kiri) saat mengembangkan produk Low-cost GNSS Receiver
Menyokong antisipasi terjadinya bencana serta terus berupaya mengedukasi masyarakat, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melalui Pusat Penelitian (Puslit) Mitigasi Kebencanaan dan Perubahan Iklim (MKPI) berkolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur meluncurkan TENPINA Virtual Reality (VR).
Alat yang sangat bermanfaat untuk mengedukasi masyarakat ini terdapat di Taman Edukasi Bencana BPBD Jawa Timur (Jatim),
Koordinator tim pengembang TENPINA VR Siska Arifiani SKom MKom menyebutkan, penciptaan VR yang dalam bahasa Indonesia sering disebutkan sebagai realitas maya ini ditujukan untuk mendukung strategi mitigasi bencana oleh BPBD Jatim.
Rencananya, teknologi yang menyajikan virtual environment ini dapat dipergunakan langsung oleh para pengunjung Taman Edukasi Bencana BPBD Jatim, baik dari kalangan pelajar maupun masyarakat umum.
Dalam hal ini, Siska menjelaskan bahwa alat hasil kolaborasi sivitas akademika ITS ini dapat menunjukkan kondisi asli kebencanaan. Produk yang dirancang dalam kurun waktu satu bulan ini, menyajikan hasil penggambaran 3D aset baik dari sisi aplikasi maupun interiornya. “Alhamdulillah semua didesain langsung oleh mahasiswa maupun dosen Kampus Pahlawan ini,” ungkapnya.
Tak hanya menyediakan simulasi satu bencana, perangkat yang memberikan edukasi kepada masyarakat ini juga menghadirkan tiga jenis simulasi bencana. Yaitu, bencana banjir, kebakaran, dan gempa bumi.
“Semuanya kami sajikan dalam bentuk realitas efek, baik sebelum (mitigasi), sesaat, dan pascabencana,” tuturnya.
Alat yang sangat bermanfaat untuk mengedukasi masyarakat ini terdapat di Taman Edukasi Bencana BPBD Jawa Timur (Jatim),
Koordinator tim pengembang TENPINA VR Siska Arifiani SKom MKom menyebutkan, penciptaan VR yang dalam bahasa Indonesia sering disebutkan sebagai realitas maya ini ditujukan untuk mendukung strategi mitigasi bencana oleh BPBD Jatim.
Rencananya, teknologi yang menyajikan virtual environment ini dapat dipergunakan langsung oleh para pengunjung Taman Edukasi Bencana BPBD Jatim, baik dari kalangan pelajar maupun masyarakat umum.
Dalam hal ini, Siska menjelaskan bahwa alat hasil kolaborasi sivitas akademika ITS ini dapat menunjukkan kondisi asli kebencanaan. Produk yang dirancang dalam kurun waktu satu bulan ini, menyajikan hasil penggambaran 3D aset baik dari sisi aplikasi maupun interiornya. “Alhamdulillah semua didesain langsung oleh mahasiswa maupun dosen Kampus Pahlawan ini,” ungkapnya.
Tak hanya menyediakan simulasi satu bencana, perangkat yang memberikan edukasi kepada masyarakat ini juga menghadirkan tiga jenis simulasi bencana. Yaitu, bencana banjir, kebakaran, dan gempa bumi.
“Semuanya kami sajikan dalam bentuk realitas efek, baik sebelum (mitigasi), sesaat, dan pascabencana,” tuturnya.