Wakil Menaker: 80.000 Tenaga Kerja Kena PHK Selama 2024
Tim langit 7
Rabu, 25 Desember 2024 - 12:15 WIB
ilustrasi
Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer (Menaker) menyebut hingga Desember 2024 jumlah pekerja yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) mencapai 80.000 orang.
Angka itu berpotensi bertambah karena ada puluhan perusahaan yang akan melakukan PHK. "(Jumlah PHK) 80 ribuan lah ya," kata pria yang akrab disapa Noel ini kepada wartawan.
Noel menyampaikan, jumlah perusahaan yang akan melakukan PHK mencapai 60 perusahaan. Hal itu tentunya menjadi kabar buruk bagi pekerja. "Belum lagi kemarin saya diskusi dengan beberapa kawan-kawan, ada sekitar 60 perusahaan yang akan melakukan PHK, dan ini mengerikan sekali begitu loh," ujar dia.
Sebelumnya, dari Januari hingga November 2024, Kementerian Ketenagakerjaan mencatat, sebanyak 67.870 tenaga kerja mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).
Baca juga:PPN Naik Jadi 12 Persen Pada 2025, Tommy Kurniawan: Setelah Ini Jangan Ada Kenaikan Lagi
Dilansir laman resmi Data Satu Kemnaker, sebanyak 67.870 tenaga kerja yang di-PHK tersebut berasal dari sejumlah provinsi di Indonesia. B
Provinsi DKI Jakarta menyumbang jumlah PHK terbanyak dengan total 14.501 tenaga kerja atau sekitar 21,37 persen dari total jumlah PHK di seluruh Indonesia.
Angka itu berpotensi bertambah karena ada puluhan perusahaan yang akan melakukan PHK. "(Jumlah PHK) 80 ribuan lah ya," kata pria yang akrab disapa Noel ini kepada wartawan.
Noel menyampaikan, jumlah perusahaan yang akan melakukan PHK mencapai 60 perusahaan. Hal itu tentunya menjadi kabar buruk bagi pekerja. "Belum lagi kemarin saya diskusi dengan beberapa kawan-kawan, ada sekitar 60 perusahaan yang akan melakukan PHK, dan ini mengerikan sekali begitu loh," ujar dia.
Sebelumnya, dari Januari hingga November 2024, Kementerian Ketenagakerjaan mencatat, sebanyak 67.870 tenaga kerja mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).
Baca juga:PPN Naik Jadi 12 Persen Pada 2025, Tommy Kurniawan: Setelah Ini Jangan Ada Kenaikan Lagi
Dilansir laman resmi Data Satu Kemnaker, sebanyak 67.870 tenaga kerja yang di-PHK tersebut berasal dari sejumlah provinsi di Indonesia. B
Provinsi DKI Jakarta menyumbang jumlah PHK terbanyak dengan total 14.501 tenaga kerja atau sekitar 21,37 persen dari total jumlah PHK di seluruh Indonesia.