Kelola Kemarahan di Tempat Kerja Berpotensi Meningkatkan Produktivitas
Fajar adhitya
Rabu, 25 Desember 2024 - 17:55 WIB
Kelola Kemarahan di Tempat Kerja Berpotensi Meningkatkan Produktivitas
LANGIT7.ID-Jakarta; Memiliki lingkungan kerja yang positif adalah idaman setiap pegawai. Hal ini juga bisa mempengaruhi kinerja dan produktivitas.
Melansir dari Forbes, berdasarkan studi terkait bahwa kemarahan di tempat kerja adalah emosi negatif yang dapat memengaruhi fokus manajer, bawahan, dan rekan kerja, serta berpotensi mengganggu produktivitas.
Hasil studi Sekolah Wharton oleh Maurice Schweitzer dan Jeremy Yip, mengungkapkan kemarahan menyebabkan individu lebih egosentris dan fokus pada kepentingan mereka sendiri, mengganggu pemikiran yang cermat dan mengurangi pengambilan perspektif.
Baca juga: Kiat Menjalani Hidup Sehat Bagi Perempuan Pekerja
Pengambilan perspektif yang terganggu dapat menyebabkan spiral konflik, di mana kemarahan membuat lebih sulit untuk menyelesaikan konflik, justru malah dapat mengeskalasi konflik.
Untuk mengelola kemarahan, maka penting untuk:pertama, memahami pemicu kemarahan;kedua, mengembangkan strategi penanggulangan;ketiga, mengubah pola pikir;keempat, berlatih pemecahan masalah;kelima, berinvestasi untuk perawatan diri (self-care).
Melansir dari Forbes, berdasarkan studi terkait bahwa kemarahan di tempat kerja adalah emosi negatif yang dapat memengaruhi fokus manajer, bawahan, dan rekan kerja, serta berpotensi mengganggu produktivitas.
Hasil studi Sekolah Wharton oleh Maurice Schweitzer dan Jeremy Yip, mengungkapkan kemarahan menyebabkan individu lebih egosentris dan fokus pada kepentingan mereka sendiri, mengganggu pemikiran yang cermat dan mengurangi pengambilan perspektif.
Baca juga: Kiat Menjalani Hidup Sehat Bagi Perempuan Pekerja
Pengambilan perspektif yang terganggu dapat menyebabkan spiral konflik, di mana kemarahan membuat lebih sulit untuk menyelesaikan konflik, justru malah dapat mengeskalasi konflik.
Untuk mengelola kemarahan, maka penting untuk:pertama, memahami pemicu kemarahan;kedua, mengembangkan strategi penanggulangan;ketiga, mengubah pola pikir;keempat, berlatih pemecahan masalah;kelima, berinvestasi untuk perawatan diri (self-care).