Kisah Rektor UM Surabaya Mundakir, Sempat Berhenti Sekolah karena Biaya hingga Jadi Tukang Potong Rambut
Tim langit 7
Kamis, 26 Desember 2024 - 08:11 WIB
Rektor UM Surabaya Mundakir dan ayahnya, Tardji.Foto/dok UM Surabaya
Mundakir belum lama dilantik menjadi Rektor Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya, menggantikan Sukadiono. Mundakir kini menjadi orang nommor satu di universitas ini.
Pencapaian tertinggi Mundakir saat ini tidaklah diraihnya dengan mudah. Kesuksesan Mundakir hari ini merupakan proses panjang yang ia petik sekarang
Bagi Mundakir, tidak ada yang mustahil, jika seseorang tekun dan serius berusaha dalam menggapai cita-cita. Mundakir bukan berasal dari keluarga mampu, kala itu, saat Mundakir kecil, Tardji adalah buruh serabutan di sawah orang.
Sementara ibunya almarhum Mundari adalah pedagang kecil di pasar dengan upah pas pasan. Mundakir anak ke 3 dari 5 bersaudara. Meski ayahnya hanya seorang buruh yang hanya lulus SD, ayahnya sangat sadar akan pentingnya pendidikan.
Kesuksesannya hari ini merupakan proses panjang. Berdasarkan kesaksian kakak perempuannya Tarmining, Mundakir adalah sosok yang memiliki kecintaan terhadap pengetahuan. Dulu di tengah keterbatasan Mundakir suka membaca buku apa saja yang ia temui.
“Dari kecil memang saya suka belajar. Dulu kecil sekolah harus jalan kaki 2km karena tidak punya sepeda. Usai pulang sekolah ya bantu bapak-bapak di sawah,”kenang Mundakir.
Baca juga:Mundakir Ditetapkan Menjadi Rektor UM Surabaya 2024-2029
Pencapaian tertinggi Mundakir saat ini tidaklah diraihnya dengan mudah. Kesuksesan Mundakir hari ini merupakan proses panjang yang ia petik sekarang
Bagi Mundakir, tidak ada yang mustahil, jika seseorang tekun dan serius berusaha dalam menggapai cita-cita. Mundakir bukan berasal dari keluarga mampu, kala itu, saat Mundakir kecil, Tardji adalah buruh serabutan di sawah orang.
Sementara ibunya almarhum Mundari adalah pedagang kecil di pasar dengan upah pas pasan. Mundakir anak ke 3 dari 5 bersaudara. Meski ayahnya hanya seorang buruh yang hanya lulus SD, ayahnya sangat sadar akan pentingnya pendidikan.
Kesuksesannya hari ini merupakan proses panjang. Berdasarkan kesaksian kakak perempuannya Tarmining, Mundakir adalah sosok yang memiliki kecintaan terhadap pengetahuan. Dulu di tengah keterbatasan Mundakir suka membaca buku apa saja yang ia temui.
“Dari kecil memang saya suka belajar. Dulu kecil sekolah harus jalan kaki 2km karena tidak punya sepeda. Usai pulang sekolah ya bantu bapak-bapak di sawah,”kenang Mundakir.
Baca juga:Mundakir Ditetapkan Menjadi Rektor UM Surabaya 2024-2029