Sejarah Masjid Baiturrahman yang Jadi Simbol Perjuangan Rakyat Aceh
Rofi Ali Majid
Jum'at, 27 Desember 2024 - 09:09 WIB
Masjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh. (Sumber: Wereldmuseum Amsterdam)
Masjid Baiturrahman di Banda Aceh merupakan salah satu peninggalan Kerajaan Aceh yang sarat sejarah. Masjid ini menjadi pusat keagamaansekaligus simbol budaya dan perjuangan masyarakat Aceh.
Dalam Ensiklopedia Kemendikbuddijelaskan,Masjid Baiturrahman dibangun pada 1612 oleh Sultan Iskandar Muda (1607-1636 M). Masjid ini sempat dibakar oleh pasukan Belanda pada 10 April 1873.
Untuk meredam kemarahan rakyat, Gubernur Jenderal Van Lansberge memerintahkan pembangunan ulang yang rampung pada 27 Desember 1881.
Semula, Masjid Baiturrahman hanya memiliki satu kubah dan satu menara, tetapi setelahrenovasi bertahap pada 1935, 1958, dan 1981, jumlah kubah menjadi tujuhdengan delapan menara.
Meski sempat terkena dampak tsunami 2004, Masjid Baiturrahman tetap berdiri kokohminim kerusakan.
Fungsi dan Peran Masjid Baiturrahman dalam Sejarah
Sejak awal, Masjid Baiturrahman memiliki banyak fungsi. Pada masa Sultan Iskandar Muda, masjid ini digunakan untuk menyiarkan agama Islam kepada warga lokalmaupun pendatang dari Persia, Arab, Turki, dan Melayu.
Dalam Ensiklopedia Kemendikbuddijelaskan,Masjid Baiturrahman dibangun pada 1612 oleh Sultan Iskandar Muda (1607-1636 M). Masjid ini sempat dibakar oleh pasukan Belanda pada 10 April 1873.
Untuk meredam kemarahan rakyat, Gubernur Jenderal Van Lansberge memerintahkan pembangunan ulang yang rampung pada 27 Desember 1881.
Semula, Masjid Baiturrahman hanya memiliki satu kubah dan satu menara, tetapi setelahrenovasi bertahap pada 1935, 1958, dan 1981, jumlah kubah menjadi tujuhdengan delapan menara.
Meski sempat terkena dampak tsunami 2004, Masjid Baiturrahman tetap berdiri kokohminim kerusakan.
Fungsi dan Peran Masjid Baiturrahman dalam Sejarah
Sejak awal, Masjid Baiturrahman memiliki banyak fungsi. Pada masa Sultan Iskandar Muda, masjid ini digunakan untuk menyiarkan agama Islam kepada warga lokalmaupun pendatang dari Persia, Arab, Turki, dan Melayu.