Nyambi Ternak Murai Batu, Tukang Jahit Ini Bisa Beli Sawah dan Rumah
Mahmuda attar hussein
Ahad, 19 September 2021 - 07:00 WIB
Burung murai. Foto: Langit7/Istock
Burung murai batu menjadi primadona di kalangan kicau mania. Burung dengan ciri khas ekornya yang panjang ini juga menjadi jenis burung kicau nomor wahid yang paling diminati, karena kepandaiannya menirukan suara burung lain.
Murai batu juga memiliki harga yang relatif stabil di pasaran untuk kelas burung kicau. Pasalnya, untuk beternak burung cerdas satu ini juga terbilang susah-susah gampang.
Itulah yang menjadikan muslim kelahiran Ciamis, Jawa Barat, Irun Supriyatna mulai tertarik dan mencoba untuk menjadi peternak murai batu. Sebelum memutuskan menjadi peternak, Irun berprofesi sebagai tukang jahit.
Berawal dari hobinya terhadap burung kicau, Irun mengawalinya dengan membeli dan menjual kembali trotol (anakan burung) murai batu secara eceran. Lambat laun, berkat kegigihannya dan permintaan yang selalu ramai, ia mulai berpikir untuk membeli indukan agar bisa mendapatkan hasil panen murai batu secara mandiri.
"Dari jual trotolan itu terkumpul uang dan saya belikan satu pasang indukan. Sampai sekarang saya sudah punya 11 kandang ternak murai batu," ujarnya dikanal Youtube Kisah Tanpa Batas.
Selama menjalani profesi sebagai penjahit sembari berjualan trotolan, Irun merasakan keuntungan pekerjaan sampingannya lebih menjanjikan ketimbang penjahit. Sejak merasakan keuntungan itu, ia memutuskan untuk lebih fokus untuk beternak murai batu.
"Dari ternak ini juga yang bisa menyelamatkan saya dari pandemi, karena kalau mengandalkan dari jahit sepertinya saya sudah gulung tikar," ujarnya.
Murai batu juga memiliki harga yang relatif stabil di pasaran untuk kelas burung kicau. Pasalnya, untuk beternak burung cerdas satu ini juga terbilang susah-susah gampang.
Itulah yang menjadikan muslim kelahiran Ciamis, Jawa Barat, Irun Supriyatna mulai tertarik dan mencoba untuk menjadi peternak murai batu. Sebelum memutuskan menjadi peternak, Irun berprofesi sebagai tukang jahit.
Berawal dari hobinya terhadap burung kicau, Irun mengawalinya dengan membeli dan menjual kembali trotol (anakan burung) murai batu secara eceran. Lambat laun, berkat kegigihannya dan permintaan yang selalu ramai, ia mulai berpikir untuk membeli indukan agar bisa mendapatkan hasil panen murai batu secara mandiri.
"Dari jual trotolan itu terkumpul uang dan saya belikan satu pasang indukan. Sampai sekarang saya sudah punya 11 kandang ternak murai batu," ujarnya dikanal Youtube Kisah Tanpa Batas.
Selama menjalani profesi sebagai penjahit sembari berjualan trotolan, Irun merasakan keuntungan pekerjaan sampingannya lebih menjanjikan ketimbang penjahit. Sejak merasakan keuntungan itu, ia memutuskan untuk lebih fokus untuk beternak murai batu.
"Dari ternak ini juga yang bisa menyelamatkan saya dari pandemi, karena kalau mengandalkan dari jahit sepertinya saya sudah gulung tikar," ujarnya.