Keutamaan Bulan Rajab, Malam Di Mana Doa akan Dikabulkan
Haris budiman
Selasa, 31 Desember 2024 - 07:03 WIB
Keutamaan bulan rajab, di mana salah satunya doa akan terkabul. (foto: unsplash.com/@elladon)
LANGIT7.ID-Mari sejenak merenungi dan memaknai keutamaan bulan Rajab. Di mana pada malam 1 Rajabnya, doa-doa disebut tak akan ditolak.
Secara kebetulan malam 1 Rajab pada kalender Hijriah tahun ini jatuh pada tahun baru Masehi 2025. Rajab adalah bulan ketujuh dalam kalender Hijriah, dua bulan sebelum ramadhan.
Bulan ini termasuk salah satu dari empat bulan suci yang mulia, bersama dengan Zulqadah, Zulhijah, dan Muharam.
Di bulan Rajab, umat islam memperingati peristiwa Isra Miraj, perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Masjid Al-Aqsa di Yerusalem, hingga ke Sidratul Muntaha. Oleh karena itu, umat islam harus memperbanyak amalan, termasuk puasa.
Menurut Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika , Thomas Djamaluddin, malam 1 Rajab 2025 jatuh pada Selasa, 31 Desember 2024, pukul 18.00 wib.
Dengan demikian, 1 Rajab 1446 H jatuh pada Rabu, 1 Januari 2025, yang bertepatan dengan tahun baru Masehi. Penetapan ini juga sesuai dengan kalender Hijriah 2025 yang ada pada Kementerian Agama (Kemenag).
Karena metode perhitungan kalender Hijriah dan Masehi berbeda, konversi antara kedua sistem dapat menentukan awal bulan.
Secara kebetulan malam 1 Rajab pada kalender Hijriah tahun ini jatuh pada tahun baru Masehi 2025. Rajab adalah bulan ketujuh dalam kalender Hijriah, dua bulan sebelum ramadhan.
Bulan ini termasuk salah satu dari empat bulan suci yang mulia, bersama dengan Zulqadah, Zulhijah, dan Muharam.
Di bulan Rajab, umat islam memperingati peristiwa Isra Miraj, perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Masjid Al-Aqsa di Yerusalem, hingga ke Sidratul Muntaha. Oleh karena itu, umat islam harus memperbanyak amalan, termasuk puasa.
Menurut Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika , Thomas Djamaluddin, malam 1 Rajab 2025 jatuh pada Selasa, 31 Desember 2024, pukul 18.00 wib.
Dengan demikian, 1 Rajab 1446 H jatuh pada Rabu, 1 Januari 2025, yang bertepatan dengan tahun baru Masehi. Penetapan ini juga sesuai dengan kalender Hijriah 2025 yang ada pada Kementerian Agama (Kemenag).
Karena metode perhitungan kalender Hijriah dan Masehi berbeda, konversi antara kedua sistem dapat menentukan awal bulan.