LANGIT7.ID-Mari sejenak merenungi dan memaknai keutamaan bulan Rajab. Di mana pada malam 1 Rajabnya, doa-doa disebut tak akan ditolak.
Secara kebetulan malam 1 Rajab pada kalender Hijriah tahun ini jatuh pada tahun baru Masehi 2025. Rajab adalah bulan ketujuh dalam kalender Hijriah, dua bulan sebelum ramadhan.
Bulan ini termasuk salah satu dari empat bulan suci yang mulia, bersama dengan Zulqadah, Zulhijah, dan Muharam.
Di bulan Rajab, umat islam memperingati peristiwa Isra Miraj, perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Masjid Al-Aqsa di Yerusalem, hingga ke Sidratul Muntaha. Oleh karena itu, umat islam harus memperbanyak amalan, termasuk puasa.
Menurut Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika , Thomas Djamaluddin, malam 1 Rajab 2025 jatuh pada Selasa, 31 Desember 2024, pukul 18.00 wib.
Dengan demikian, 1 Rajab 1446 H jatuh pada Rabu, 1 Januari 2025, yang bertepatan dengan tahun baru Masehi. Penetapan ini juga sesuai dengan kalender Hijriah 2025 yang ada pada Kementerian Agama (Kemenag).
Karena metode perhitungan kalender Hijriah dan Masehi berbeda, konversi antara kedua sistem dapat menentukan awal bulan.
Menurut Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, tidak ada dalil khusus yang mengutamakan puasa di bulan Rajab. Puasa di bulan Rajab dianjurkan sebagai bagian dari amalan sunnah yang berlaku sepanjang tahun.
Puasa tiga hari di bulan Rajab, yang jatuh pada tanggal 13, 14, dan 15, adalah ayyamul bidh. Anjuran ini tidak memiliki dasar khusus, namun memiliki landasan umum dalam ajaran Islam.
Baca juga: Al-Qur'an: Ayat Pertama Turun Al-Alaq, yang Terakhir Ada 9 PendapatKeutamaan bulan Rajab Sebagai salah satu bulan yang istimewa bagi umat Islam, bulan Rajab memiliki banyak sekali keutamaan. Salah satunya adalah doa kita akan dikabulkan pada malam 1 Rajab.
Untuk lebih lengkapnya, mari kita bahas keutamaan bulan Rajab sebagaimana tulisan yang sudah dimuat di website megasyariah.co.id.
1. Bulan Asyhurul HurumDalam Islam terdapat empat bulan yang mulia atau asyhurul hurum, salah satunya bulan Rajab. Hal ini dijelaskan dalam Al-Qur'an surat At-Taubah ayat 9 yang artinya:
“Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram.” (QS At-Taubah:36)
Disebut bulan haram karena pada bulan-bulan tersebut terdapat larangan untuk berperang. Adapun bulan asyhurul hurum yaitu Rajab, Dzulqa'dah, Dzulhijjah, dan Muharram.
2. Terjadinya Isra' Mi'rajIsra’ Mi’raj adalah perjalanan malam Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dan perjalanan ke langit. Pada Isra’ Mi’raj, Rasulullah menerima perintah salat lima waktu setelah diangkat ke langit.
Peristiwa ini terjadi pada malam 27 Rajab dan sering dirayakan oleh umat Islam di seluruh dunia.
3. Terdapat Peristiwa PentingKeutamaan bulan Rajab selanjutnya adalah sebagai bulan yang memiliki peristiwa penting dalam Islam. Selain peristiwa Isra’ Mi’raj, pada bulan Rajab terjadi sejumlah kejadian penting, yaitu:
Sayyidah Aminah binti Wahb mulai mengandung Nabi Muhammad.
Imam Ali bin Abi Thalib, sepupu dan menantu Nabi Muhammad SAW, lahir pada tanggal 13 Rajab.
Perang Tabuk terjadi pada bulan Rajab tahun ke-9 Hijriah. Perang ini menunjukkan keteguhan dan ketabahan umat Muslim dalam menghadapi tantangan.
Wafatnya Ummul Mukminin Khadijah binti Khuwailid, istri pertama Nabi Muhammad.
Wafatnya Imam Syafi'i pada Rajab tahun 204 H dalam usia 54 tahun.
Sultan Shalahuddin Al-Ayyubi berhasil membebaskan Baitul Maqdis, Palestina, pada tanggal 27 Rajab 583 H.
4. Dilipatgandakan PahalaAmalan dan rangkaian ibadah yang dilakukan saat bulan Rajab akan mendapatkan pahala yang berlipat. Hal ini sebagaimana penjelasan Imam al-Baghawi dalam kitab tafsirnya, yang memiliki arti:
“Amal salih lebih agung (besar) pahalanya di dalam bulan-bulan haram (Zulqa'dah, Zulhijjah, Muharram, dan Rajab). Sedangkan zalim pada bulan tersebut (juga) lebih besar dari zalim di dalam bulan-bulan selainnya.” (Imam al-Baghawi, Ma'alimut Tanzil fi Tafsiril Qur'an, [Beirut, Darul Ihya' at-Turats, cetakan keempat: 1417 H/1997 M], juz IV, halaman: 44).
Selain itu, dosa dan seluruh perbuatan maksiat yang kita lakukan juga akan mendapatkan balasan berlipat. Jadi, sebaiknya menjaga diri dari segala sesuatu yang dilarang Allah SWT.
5. Mustajab Saat BerdoaBerdoa di bulan Rajab termasuk mustajab. Terutama pada saat malam satu Rajab, sebagaimana dijelaskan Imam Syafi'i dalam kitab al-Umm yang artinya:
"Telah sampai berita pada kami bahwa dulu pernah dikatakan: Sesungguhnya doa dikabulkan pada lima malam: malam Jumat, malam hari raya Idul Adha, malam hari raya Idul Fitri, malam pertama bulan Rajab dan malam nishfu Sya'ban."
6. Bulan SedekahRajab dikenal sebagai bulan sedekah. Bersedekah di bulan Rajab akan mendapatkan pahala dan dijauhkan dari api neraka.
Dalam suatu hadist, sebagaimana melansir dari NU Online, Rasulullah SAW menjanjikan sebuah istana di surga bagi yang bersedekah di bulan Rajab.
. عن عبد الله بن زبير رضى الله عنهما عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال: من فرج عن مؤمن كربة فى شهر رجب وهو شهر الله الأصم, أعطاه الله تعالى فى الفردوس قصرا مد بصره ألا فأكرموا رجب يكرمكم الله عزوجل بألف كرامة
Artinya: “Barang siapa yang melonggarkan satu beban kehidupan sesama saudara mu’min di bulan Rajab, Allah akan membangunkan istana untuknya di surga firdaus yang luasnya sejauh pandangan matanya. Karena itu, muliakanlah bulan Rajab, pasti Allah akan memuliakanmu dengan seribu kemuliaan.”
7. Haram untuk BerperangSeperti yang dijelaskan sebelumnya, bulan Rajab termasuk asyhurul hurum. Bulan Hijriah yang masuk dalam bulan haram, terdapat larangan untuk berperang. Hal ini karena umat Islam di masa lalu, sangat menghormati bulan ini sehingga tidak boleh ada pertikaian.
Selain itu, Rajab juga mendapat julukan lain yaitu Al-Ashamm atau artinya "yang tuli", serta disebut juga bulan yang damai. Dalam hal ini pada bulan ini tidak terdapat suara senjata dan pasukan perang.
Baca juga: Benarkah Akan Ada Balasan 10x Lipat setelah Sedekah?Rasulullah SAW mengumumkan larangan perang suci pada bulan Rajab tahun ke-9 Hijriah, kecuali untuk melindungi diri dari musuh. Pada momen ini, terjadi penyebaran Islam dengan cara damai.
Demikian, betapa utamanya bulan Rajab ini. Mari berlomba-lomba untuk berbuat kebaikan. (*)
(hbd)