Pentingnya Kisah-Kisah dalam al-Qur’an: Banyak Mengandung Pelajaran
Miftah yusufpati
Kamis, 02 Januari 2025 - 04:40 WIB
Pentingnya Kisah-Kisah dalam al-Quran: Banyak Mengandung Pelajaran
LANGIT7.ID-Jakarta;Al-Qur'an merupakan bacaan sempurna dan mulia karena tidak ada satu bacaanpun sejak manusia mengenal tulis-baca lima ribu tahun yang lalu dapat menandingi Al-Qur'an.
Tidak ada bacaan yang dibaca oleh ratusan juta orang yang tidak mengerti artinya dan atau tidak dapat menulis aksaranya. Bahkan dihapal huruf demi huruf oleh anak-anak, remaja, dan dewasa.
Prof Dr M. Quraish Shihab, dalam bukunya berjudul "Wawasan Al-Qur'an" mengatakan tiada bacaan melebihi Al-Qur'an dalam perhatian yang diperolehnya, bukan saja sejarahnya secara umum, tetapi ayat demi ayat baik segi waktu dan saat turunnya, maupun sampai kepada sebab-sebab serta turunnya.
Al-Qur'an datang dengan membuka mata manusia agar menyadari jati diri dan hakikat keberadaan mereka di bumi ini. Dan juga agar mereka tidak terlena dengan kehidupan dunia sehingga mereka tidak menduga bahwa hidup mereka hanya dimulai dengan kelahiran dan berakhir dengan kematian.
Kandungan Al-Qur'an tentang sejarah atau kisah-kisah disebut dengan istilah kisah Al-Qur'an. Bahkan ayat-ayat yang berbicara tentang kisah jauh lebih banyak dibandingkan dengan ayat-ayat yang berbicara tentang hukum.
Hal ini memberikan isyarat bahwa Al-Qur?an sangat perhatian terhadap masalah kisah, yang memang di dalamnya banyak mengandung pelajaran (ibrah).
Oleh karena itu, menurut Harun Nasution, dalam buku "Islam Rasional", kisah dalam Al-Qur'an memiliki makna tersendiri bila dibandingkan isi kandungan yang lain.
Tidak ada bacaan yang dibaca oleh ratusan juta orang yang tidak mengerti artinya dan atau tidak dapat menulis aksaranya. Bahkan dihapal huruf demi huruf oleh anak-anak, remaja, dan dewasa.
Prof Dr M. Quraish Shihab, dalam bukunya berjudul "Wawasan Al-Qur'an" mengatakan tiada bacaan melebihi Al-Qur'an dalam perhatian yang diperolehnya, bukan saja sejarahnya secara umum, tetapi ayat demi ayat baik segi waktu dan saat turunnya, maupun sampai kepada sebab-sebab serta turunnya.
Al-Qur'an datang dengan membuka mata manusia agar menyadari jati diri dan hakikat keberadaan mereka di bumi ini. Dan juga agar mereka tidak terlena dengan kehidupan dunia sehingga mereka tidak menduga bahwa hidup mereka hanya dimulai dengan kelahiran dan berakhir dengan kematian.
Kandungan Al-Qur'an tentang sejarah atau kisah-kisah disebut dengan istilah kisah Al-Qur'an. Bahkan ayat-ayat yang berbicara tentang kisah jauh lebih banyak dibandingkan dengan ayat-ayat yang berbicara tentang hukum.
Hal ini memberikan isyarat bahwa Al-Qur?an sangat perhatian terhadap masalah kisah, yang memang di dalamnya banyak mengandung pelajaran (ibrah).
Oleh karena itu, menurut Harun Nasution, dalam buku "Islam Rasional", kisah dalam Al-Qur'an memiliki makna tersendiri bila dibandingkan isi kandungan yang lain.