Mengenal Desa Tetebatu Lombok Timur, Nominator Desa Wisata Terbaik Se-Dunia
Muhajirin
Ahad, 19 September 2021 - 18:57 WIB
Salah satu air terjun di Desa Wisata Tetebatu (foto: instagram/tetebatuvillage.id)
Desa Tetebatu di Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), mewakili Indonesia dalam ajang lomba Desa Wisata Terbaik (Best Tourism Village). Lomba tersebut diselenggarakan Organisasi Pariwisata Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa (UBWTO).
Keberhasilan desa yang berada di kaki Gunung Rinjani ini masuk nominasi lomba tersebut tidak lepas dari inisiatif Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Lombok Timur dan para pemuda pengelola desa wisata.
Terdapat enam keunggulan yang menjadi daya tarik wisata di Desa Tetebatu. Di antaranya warisan budaya, wisata alam air terjun yang terdapat lebih dari tiga titik, bumi perkemahan, wisata ramah lingkungan, dan rute lintasan sepeda gunung. Bahkan, menurut Sekretaris BPDeWi (Badan Pengelola Desa Wisata) Tetebatu, Sugianto, mengatakan, di desa itu terdapat monyet hitam yang berada di kawasan hutan.
“Kalau di hutan ada black monkey, monyet hitam. Monyetnya memang hitam dan ekor panjang, dan dia tidak turun ke tanah. Tidak seperti monyet biasa yang turun ke tanah cari makan,” kata pria yang akrap disapa Ogi kepada LANGIT7.ID, Ahad (19/9/2021).
Selain itu, Ogi menyebut ada satu warisan budaya yang sangat menarik perhatian wisatawan lokal maupun mancanegara, yakni Al-Qur’an pertama yang ditulis tangan. Al-Qur’an tersebut sudah berusia sangat tua dan masih tersimpan di Balai Adat. Bahkan sudah ada sejak zaman Belanda.
“Al-Qur'an itu dulu ada tinta emas dan masih dilestarikan, dijaga. Kertasnya dari serat kayu,” tutur Ogi.
Pemandangan sawah juga menjadi salah satu minat para wisatawan. “Di Eropa tidak ada sawah,” kata dia.
Keberhasilan desa yang berada di kaki Gunung Rinjani ini masuk nominasi lomba tersebut tidak lepas dari inisiatif Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Lombok Timur dan para pemuda pengelola desa wisata.
Terdapat enam keunggulan yang menjadi daya tarik wisata di Desa Tetebatu. Di antaranya warisan budaya, wisata alam air terjun yang terdapat lebih dari tiga titik, bumi perkemahan, wisata ramah lingkungan, dan rute lintasan sepeda gunung. Bahkan, menurut Sekretaris BPDeWi (Badan Pengelola Desa Wisata) Tetebatu, Sugianto, mengatakan, di desa itu terdapat monyet hitam yang berada di kawasan hutan.
“Kalau di hutan ada black monkey, monyet hitam. Monyetnya memang hitam dan ekor panjang, dan dia tidak turun ke tanah. Tidak seperti monyet biasa yang turun ke tanah cari makan,” kata pria yang akrap disapa Ogi kepada LANGIT7.ID, Ahad (19/9/2021).
Selain itu, Ogi menyebut ada satu warisan budaya yang sangat menarik perhatian wisatawan lokal maupun mancanegara, yakni Al-Qur’an pertama yang ditulis tangan. Al-Qur’an tersebut sudah berusia sangat tua dan masih tersimpan di Balai Adat. Bahkan sudah ada sejak zaman Belanda.
“Al-Qur'an itu dulu ada tinta emas dan masih dilestarikan, dijaga. Kertasnya dari serat kayu,” tutur Ogi.
Pemandangan sawah juga menjadi salah satu minat para wisatawan. “Di Eropa tidak ada sawah,” kata dia.