home masjid

Penjelasan Makna Isra' dan Mikraj dalam Surat Al-Nahl dan Al-Isra'

Kamis, 02 Januari 2025 - 17:13 WIB
Penjelasan Makna Isra' dan Mikraj dalam Surat Al-Nahl dan Al-Isra'
LANGIT7.ID-Jakarta; Perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Bayt Al-Maqdis, kemudian naik ke Sidrat Al-Muntaha, bahkan melampauinya, serta kembalinya ke Makkah dalam waktu sangat singkat, merupakan tantangan terbesar sesudah Al-Quran disodorkan oleh Tuhan kepada umat manusia.

Peristiwa ini membuktikan bahwa 'ilm dan qudrat Tuhan meliputi dan menjangkau, bahkan mengatasi, segala yang finite (terbatas) dan infinite (tak terbatas) tanpa terbatas waktu atau ruang.

Kaum empirisis dan rasionalis, yang melepaskan diri dari bimbingan wahyu, dapat saja menggugat: Bagaimana mungkin kecepatan, yang bahkan melebihi kecepatan cahaya, kecepatan yang merupakan batas kecepatan tertinggi dalam continuum empat dimensi ini, dapat terjadi?

Baca juga: Surat Al-Anbiya: Ikhtiar Penyembuh Insomnia dan Kunci Terkabulnya Doa



Bagaimana mungkin lingkungan material yang dilalui oleh Muhammad saw. tidak mengakibatkan gesekan-gesekan panas yang merusak tubuh beliau sendiri?

Bagaimana mungkin beliau dapat melepaskan diri dari daya tarik bumi? Ini tidak mungkin terjadi, karena ia tidak sesuai dengan hukum-hukum alam, tidak dapat dijangkau oleh pancaindera, bahkan tidak dapat dibuktikan oleh patokan-patokan logika. Demikian kira-kira kilah mereka yang menolak peristiwa ini.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya