LANGIT7.ID-Jakarta; Surat Al-Anbiya' artinya adalah "perahu Nabi". Surat ini terdiri atas 112 ayat dan termasuk dalam golongan surat Makkiyyah. Ia dinamakan Surat Al-Anbiya' karena di dalamnya menceritakan tentang kisah beberapa Nabi.
Nabi-nabi itu di antaranya adalah kisah Nabi Ibrahim yang mengajak ayahnya untuk menyembah Allah, bantahannya terhadap kaumnya yang menyembah berhala dan bantahannya terhadap Raja Namrudz yang menganggap bahwa dirinya adalah Tuhan. Dan juga kisah Nabi Nuh, Nabi Daud, Sulaiman, Nabi Ayub, Nabi Yunus , dan Kisah Nabi Zakaria.
Muhammad Taqi Al-Muqaddam dalam bukunya berjudul "Khazanah Al-Asrar" memaparkan manfaat dari ayat Al-Qur'an untuk penyembuhan berbagai penyakit.
Baca juga: Pentingnya Kisah-Kisah dalam al-Quran: Banyak Mengandung PelajaranKhusus keistimewaan surah Al-Anbiya’, Al-Muqaddam mengatakan hendaklah dituliskan bagi orang yang sakit dan bagi orang yang kacau pikirannya serta susah tidur.
Surga An-Na'imKeistimewaan lain surah ini bagi yang membaca seperti orang yang menemani seluruh Nabi di Surga An-Na'im. "Barangsiapa yang membaca Surat Al-Anbiya' karena cinta kepadanya, maka ia seperti orang yang menemani seluruh Nabi di surga An'-Na'im, dan ia hidup dengan penuh kemuliaan di hadapan manusia di dunia," ujar Abi Abdullah dalam kitab Tsawabul A'mal.
Dalam kitab Tafsirul Burhan juga disebutkan bahwa Nabi SAW pernah bersabda, "Barangsiapa yang membaca surat ini, maka Allah akan menghisabnya dengan hisab yang mudah, semua nabi yang disebutkan dalam surat ini akan menjabat tangannya dan mengucapkan salam kepadanya."
Terkabulnya DoaSurat Al Anbiya juga digunakan umat Islam ketika pintu-pintu kesusahan tertutup karena surat Al Anbiya itu adalah satu-satunya surat yang menyebutkan kalimat fastajabna lahu (maka kami kabulkan doanya).
Kalimat ini terulang dalam surat Al Anbiya lebih dari sekali. Dan lafaz atau kalimat itu tidak disebutkan dalam bagian lain di Al-Quran seperti pada surat Al Anbiya.
Baca juga: Doa Nabi Ibrahim yang Bisa Diamalkan Umat IslamSurat Al Anbiya itu punya empat kunci untuk tiap-tiap masalah seseorang dalam hidupnya.
1. Kunci Nabi Nuh selamat dari bencana. Sebagaimana keterangan ayat 76 pada surat Al Anbiya :
وَنُوحًا إِذْ نَادَىٰ مِن قَبْلُ فَاسْتَجَبْنَا لَهُ فَنَجَّيْنَاهُ وَأَهْلَهُ مِنَ الْكَرْبِ الْعَظِيمِ
“Dan (ingatlah kisah) Nuh, sebelum itu ketika dia berdoa, dan Kami memperkenankan doanya, lalu Kami selamatkan dia beserta keluarganya dari bencana yang besar.”
2. Kunci Nabi Ayub sembuh dari penyakit yang amat parah.
وَأَيُّوبَ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُ أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ
“Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya: "(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Mahapenyayang di antara semua penyayang. (QS Al Anbiya 83)
فَاسْتَجَبْنَا لَهُ فَكَشَفْنَا مَا بِهِ مِن ضُرٍّ ۖ وَآتَيْنَاهُ أَهْلَهُ وَمِثْلَهُم مَّعَهُمْ رَحْمَةً مِّنْ عِندِنَا وَذِكْرَىٰ لِلْعَابِدِينَ
“Maka Kamipun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah.” (QS Al Anbiya 84).
Baca juga: Al-Qur'an: Ayat Pertama Turun Al-Alaq, yang Terakhir Ada 9 Pendapat3. Kunci Nabi Yunus terbebas dari kesedihannya, kekhawatirannya, dan kesusahannya.
فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْغَمِّ ۚ وَكَذَٰلِكَ نُنجِي الْمُؤْمِنِينَ
“Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari pada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman.” (QS Al Anbiya 88).
4. Kunci Nabi Zakariya memperoleh keturunan, terkabulnya apa yang diharapkan, diminta, dan diinginkan. Sebagaimana dijelaskan dalam ayat:
فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَوَهَبْنَا لَهُ يَحْيَىٰ وَأَصْلَحْنَا لَهُ زَوْجَهُ ۚ إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا ۖ وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ
“Maka Kami memperkenankan doanya, dan Kami anugerahkan kepada nya Yahya dan Kami jadikan isterinya dapat mengandung. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyuk kepada Kami.”(*)
(lam)