Terobsesi Makan Sehat Bisa Berdampak Buruk pada Kesehatan
Fajar adhitya
Kamis, 02 Januari 2025 - 17:17 WIB
Terobsesi Makan Sehat Bisa Berdampak Buruk pada Kesehatan
LANGIT7.ID-Jakarta; Membiasakan untuk.mengonsumsi makanan sehat sangatlah baik. Tetapi masalah bisa muncul kalau tekad itu berubah menjadi obsesi.
Menurut siaranMedical Daily, obsesi untuk mengonsumsi makanan sehat bisa memicu kondisi yang disebutorthorexia nervosa, gangguan makan akibat obsesi yang tidak sehat untuk mengonsumsi makanan sehat.
Orang dengan gangguan ini menjadi begitu sibuk dengan persepsi kesehatan makanan dan hal itu berdampak buruk pada kesehatan dan aktivitas sehari-hari mereka.
Baca juga: 5 Masalah Kesehatan yang Rentan Dialami Pria, Salah Satunya Penyakit Jantung
Sebagai gambaran, mereka bisa menjadi terlalu khawatir dan menghindari makanan yang dianggap tidak sehat; terobsesi dengan makanan sehat, nutrisi, dan makan; serta tidak dapat menyimpang dari gaya makan atau pola makan tertentu tanpa merasa cemas.
Bagi mereka yang ingin menerapkan gaya hidup sehat, Dr. Nikolett Bogar mahasiswa PhD yang meneliti gangguan makan di Institute of Behavioral Sciences merekomendasikan perencanaan diet seimbang jangka panjang dengan tidak mengkategorikan makanan sebagai baik atau buruk.
Menurut siaranMedical Daily, obsesi untuk mengonsumsi makanan sehat bisa memicu kondisi yang disebutorthorexia nervosa, gangguan makan akibat obsesi yang tidak sehat untuk mengonsumsi makanan sehat.
Orang dengan gangguan ini menjadi begitu sibuk dengan persepsi kesehatan makanan dan hal itu berdampak buruk pada kesehatan dan aktivitas sehari-hari mereka.
Baca juga: 5 Masalah Kesehatan yang Rentan Dialami Pria, Salah Satunya Penyakit Jantung
Sebagai gambaran, mereka bisa menjadi terlalu khawatir dan menghindari makanan yang dianggap tidak sehat; terobsesi dengan makanan sehat, nutrisi, dan makan; serta tidak dapat menyimpang dari gaya makan atau pola makan tertentu tanpa merasa cemas.
Bagi mereka yang ingin menerapkan gaya hidup sehat, Dr. Nikolett Bogar mahasiswa PhD yang meneliti gangguan makan di Institute of Behavioral Sciences merekomendasikan perencanaan diet seimbang jangka panjang dengan tidak mengkategorikan makanan sebagai baik atau buruk.