Dimarahin Sergio Conceicao di Babak I, Pemain Milan Bangkit Kalahkan Juve 2-1 di Semifinal Piala Super Italia
Haris budiman
Sabtu, 04 Januari 2025 - 07:13 WIB
Gestur marah Sergio Conceicao kepada anak asuhnya saat laga Juventus vs Milan, Sabtu (4/1/2025) dini hari wib. (foto: Footballitalia)
LANGIT7.ID-Pelatih AC Milan Sergio Conceicao mengaku sempat marah ke pemainnya saat jeda babak I pada laga semifinal Piala Super Italia atau Super Coppa Italia pada Sabtu (4/1/2025) dini hari wib.
"Saya di sini bukan untuk berteman, saya di sini untuk menang," kata Conceicao, sebagaimana dikutip dari football-italia. Milan tertinggal 0-1 di babak pertama dari Juventus. Kenan Yildiz membawa keunggulan bagi Juve melalui tendangan keras, memanfaatkan kesalahan antisipasi bek Milan, Theo Hernandez.
Usai dimarahi pelatih baru mereka, Milan bangkit di babak kedua dengan mencetak dua gol.
Christian Pulisic dijatuhkan oleh Manuel Locatelli dan mengonversi tendangan penalti.
Hanya empat menit kemudian, umpan silang Yunus Musah berhasil dibelokkan oleh Federico Gatti untuk membalikkan keadaan menjadi kemenangan 2-1. Setelah peluit akhir dibunyikan, para pemain Rossoneri berkumpul membentuk lingkaran untuk merayakannya.
“Sepak bola adalah gairah dan kegembiraan, ini adalah momen-momen yang luar biasa,” kata Conceicao kepada Sport Mediaset.
“Mereka pantas mendapatkan kemenangan ini untuk penampilan di babak kedua, sedangkan di babak pertama saya melihat Milan yang sama dengan yang bermain beberapa pekan lalu, dengan para pemain yang ragu-ragu di lini pertahanan, terlalu lelah memindahkan bola, salah dalam mengatur waktu untuk menekan," imbuhnya.
"Saya di sini bukan untuk berteman, saya di sini untuk menang," kata Conceicao, sebagaimana dikutip dari football-italia. Milan tertinggal 0-1 di babak pertama dari Juventus. Kenan Yildiz membawa keunggulan bagi Juve melalui tendangan keras, memanfaatkan kesalahan antisipasi bek Milan, Theo Hernandez.
Usai dimarahi pelatih baru mereka, Milan bangkit di babak kedua dengan mencetak dua gol.
Christian Pulisic dijatuhkan oleh Manuel Locatelli dan mengonversi tendangan penalti.
Hanya empat menit kemudian, umpan silang Yunus Musah berhasil dibelokkan oleh Federico Gatti untuk membalikkan keadaan menjadi kemenangan 2-1. Setelah peluit akhir dibunyikan, para pemain Rossoneri berkumpul membentuk lingkaran untuk merayakannya.
“Sepak bola adalah gairah dan kegembiraan, ini adalah momen-momen yang luar biasa,” kata Conceicao kepada Sport Mediaset.
“Mereka pantas mendapatkan kemenangan ini untuk penampilan di babak kedua, sedangkan di babak pertama saya melihat Milan yang sama dengan yang bermain beberapa pekan lalu, dengan para pemain yang ragu-ragu di lini pertahanan, terlalu lelah memindahkan bola, salah dalam mengatur waktu untuk menekan," imbuhnya.