Abu Dzar Al-Ghifari: Kisah Komplotan Perampok Memeluk Islam
Miftah yusufpati
Selasa, 07 Januari 2025 - 17:19 WIB
Abu Dzar Al-Ghifari: Kisah Komplotan Perampok Memeluk Islam
LANGIT7.ID-Jakarta; Kisah Abu Dzar Al-Ghifari mengislamkan Bani Ghifar dan Bani Aslam disampaikan Khalid Muhammad Khalid dalam bukunya berjudul "Karakteristik Perihidup 60 Sahabat Rasulullah". Dua suku ini dikenal sebagai komplotan perampok terbesar pada waktu itu.
Khalid Muhammad Khalid memaparkan setelah mendapat didikan Rasulullah selama di Makkah, Abu Dzar al-Ghifari diminta pulang ke kampung untuk berdakwah.
Di kampung halamannya, Abu Dzar menceritakan kisah pertemuannya dengan Sang Nabi yang baru diutus oleh Allah, yang menyeru untuk mengabdi hanya kepada Allah yang Maha Esa dan membimbing orang-orang agar berakhlak mulia.
Cahaya Islam mulai berpendar di sana, seorang demi seorang kaumnya mulai masuk Islam. Bahkan usahanya tidak terbatas pada kaumnya semata, tapi dilanjutkan sampai ke suku lain, yaitu suku Aslam. Di sana cahaya Islam pada akhirnya bersinar terang.
Baca juga: Kisah Syahdu Cinta Ali bin Abi Thalib dan Sayyidah Fatimah
Kisah lain mengatakan, karena tempat tinggal Bani Ghifar adalah jalur perdagangan bagi orang-orang Quraisy, maka ketika pemukiman Bani Ghifar telah hidup dengan cahaya Islam, mereka pun berdakwah terhadap siapa saja yang melintasi daerah tersebut.
Khalid Muhammad Khalid memaparkan setelah mendapat didikan Rasulullah selama di Makkah, Abu Dzar al-Ghifari diminta pulang ke kampung untuk berdakwah.
Di kampung halamannya, Abu Dzar menceritakan kisah pertemuannya dengan Sang Nabi yang baru diutus oleh Allah, yang menyeru untuk mengabdi hanya kepada Allah yang Maha Esa dan membimbing orang-orang agar berakhlak mulia.
Cahaya Islam mulai berpendar di sana, seorang demi seorang kaumnya mulai masuk Islam. Bahkan usahanya tidak terbatas pada kaumnya semata, tapi dilanjutkan sampai ke suku lain, yaitu suku Aslam. Di sana cahaya Islam pada akhirnya bersinar terang.
Baca juga: Kisah Syahdu Cinta Ali bin Abi Thalib dan Sayyidah Fatimah
Kisah lain mengatakan, karena tempat tinggal Bani Ghifar adalah jalur perdagangan bagi orang-orang Quraisy, maka ketika pemukiman Bani Ghifar telah hidup dengan cahaya Islam, mereka pun berdakwah terhadap siapa saja yang melintasi daerah tersebut.